DPD Rai Mantra Dorong Penguatan Widyalaya Berbasis Desa Adat di Denpasar

  • 26 Feb 2026 20:31 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Anggota DPD RI, IB Rai Dharmawijaya Mantra, mendorong penguatan pendidikan berbasis desa adat melalui pengembangan Widyalaya di Kota Denpasar. Saat ini, tercatat dua Widyalaya telah berdiri di Denpasar, salah satunya mengusung konsep inklusi bagi penyandang disabilitas.

Menurut Rai Dharmawijaya Mantra, desa adat memiliki potensi besar dalam mengelola pendidikan formal. Selain memiliki aset tanah, desa adat juga didukung lembaga ekonomi seperti LPD dan pasar desa adat, serta peluang untuk memperoleh akreditasi lembaga pendidikan.

“Kita mendorong desa adat apabila ingin mendirikan yayasan pendidikan dari TK, SD, SMP hingga SMA sangat memungkinkan. Pendidikan berbasis desa adat ini menjadi penguatan dari akar budaya,” ujarnya, Rabu 25 Februari 2026.

Ia menjelaskan, untuk sekolah negeri diperlukan proses transformasi dan kesepakatan bersama antara Kementerian Agama, Bimas Hindu, serta kepala daerah. Termasuk di dalamnya pengaturan transisi guru yang berada di bawah naungan Kementerian Agama maupun pemerintah daerah.

Konsep Widyalaya diharapkan menjadi sekolah berbasis akhlak dengan komposisi pembelajaran yang menyeimbangkan nilai budaya dan norma sekitar 40 hingga 60 persen, serta pembelajaran umum baik nasional maupun internasional.

Dengan konsep tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dan modernisasi, tetapi juga memiliki nilai, arah, serta pengendalian diri yang bersumber dari tradisi dan norma budaya Bali. Melalui sinergi antara pemerintah, desa adat, dan para pemangku kepentingan, keberadaan Widyalaya di Denpasar diharapkan mampu memperkuat karakter generasi muda sekaligus menjaga jati diri budaya Bali di tengah perkembangan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....