Curah Hujan Tinggi, Debit Air Tukad Badung Meningkat
- 24 Feb 2026 13:46 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah Bali mengakibatkan peningkatan debit atau ketinggian air di sepanjang aliran Tukad Badung. Kondisi tersebut mengharuskan masyarakat khususnya yang berada di wilayah bantaran sungai meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi potensi dampak bencana banjir.
Kepala Seksi Kegawatdaruratan UPTD BPBD Provinsi Bali I Putu Witha kepada RRI.CO.ID di Denpasar, Selasa 24 Februari 2026 membenarkan, terjadinya peningkatan debit air Tukad Badung secara signifikan akibat intensitas curah hujan yang tinggi. Ia menjelaskan, untuk mengantisipasi dampak luapan air sungai yang memicu banjir, BPBD telah memasang sistem peringatan dini banjir atau Early Warning System di sepanjang aliran Tukad Badung.
Alarm deteksi dini banjir akan memberikan pertanda jika ketinggian air sungai sudah melebihi batas level yang berpotensi menyebabkan banjir. Menurut Witha, sirene deteksi dini akan memberikan sinyal, sehingga masyarakat bisa meningkatkan kewaspadaan, siaga hingga melakukan evakuasi.
“Tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah Bali memicu peningkatan debit air Tukad Badung secara signifikan. Kami mengimbau masyarakat waspada seiring meningkatnya debit atau ketinggian air di sepanjang aliran Tukad Badung,” ujarnya.
Putu Witha mengatakan, sistem deteksi dini yang dipasang BPBD akan berbunyi secara bertahap hingga tiga kali. Ia menyebut, sirene pertama akan memberikan tanda untuk masyarakat waspada jika air aliran sungai meningkat signifikan.
“Ketika sirine berbunyi untuk kedua kalinya masyarakat harus siaga dan sirene ketiga artinya evakuasi dimana masyarakat harus bergeser dan meninggalkan bantaran sungai,” tuturnya.
Sistem Peringatan Dini Banjir yang dipasang di sejumlah titik rawan di aliran Tukad Badung ditujukan untuk mengurangi risiko bencana dengan memberikan peringatan dini bukan mencegah luapan air. Dengan sensor yang mendeteksi kenaikan air, sirine akan berbunyi bertahap hingga 3 kali sebagai tanda siaga agar warga waspada dan bergeser dari bantaran sungai. Hal itu sebagai upaya mitigasi bencana khususnya untuk mengurangi risiko banjir di Denpasar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....