Puluhan Calon Haji Jembrana Ikuti Manasik Kolosal Perdana

  • 23 Feb 2026 09:04 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jembrana - Suasana Masjid Pantai Bali di Desa Cupel yang baru diresmikan peka lalu mendadak khidmat sekaligus meriah. Sebanyak 90 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Jembrana yang tergabung dalam Kloter 70 mulai memantapkan persiapan spiritual dan fisik mereka melalui kegiatan Manasik Haji Massal.

Kegiatan ini diklaim sebagai naskah manasik kolosal perdana di tingkat kabupaten, yang dirancang sedemikian rupa agar menyerupai kondisi nyata di Tanah Suci.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jembrana, H. Muslihin, kepada RRI di Jembrana mengatakan bahwa manasik tahun ini sangat spesial. Para jemaah tidak hanya menerima materi teori mengenai rukun dan wajib haji, tetapi juga langsung mempraktikkan prosesi tawaf, sa’i, wukuf, hingga lempar jumrah.

"Kami melaksanakan manasik haji massal dan kolosal ini sebagai yang perdana di Jembrana, bahkan mungkin se-Indonesia untuk skala masjid ini. Tujuannya agar 90 jemaah kita siap secara mental dan fisik sebelum berangkat pada 8 Mei 2026 mendatang," ujar Muslihin.

Menariknya, jumlah jemaah haji Jembrana tahun ini mengalami peningkatan. Jika tahun lalu hanya memberangkatkan 81 orang, tahun ini tercatat ada 90 jemaah yang siap terbang menuju Embarkasi Surabaya.

Dua sosok yang mencuri perhatian dalam kerumunan manasik ini adalah jemaah termuda dan tertua yang kebetulan sama-sama berasal dari Kecamatan Melaya.

Junda Fajlurrohman Izzudin (27): Sebagai jemaah termuda, ia mengaku rutin menjaga kebugaran dengan olahraga jalan kaki dan konsumsi madu demi menghadapi cuaca ekstrem di Arab Saudi.

Senada dengan Junda, Sakdan (90), meski usianya hampir menginjak satu abad, semangatnya tidak surut. "Sangat gembira sekali bisa berangkat haji kali ini," ungkapnya singkat dengan wajah berbinar.

Sesuai jadwal, total 376 jemaah asal Provinsi Bali (termasuk 90 orang dari Jembrana) akan bertolak menuju Asrama Haji Surabaya pada 8 Mei 2026. Mereka dijadwalkan terbang menuju Jeddah pada 10 Mei 2026 dan akan melaksanakan ibadah selama satu bulan penuh sebelum kembali ke tanah air pada 19 Juni 2026.

Meski antusiasme tinggi, tantangan besar masih menanti di masa depan. Hingga saat ini, Kantor Kementerian Agama Jembrana mencatat masih ada sekitar 2.600 warga yang masuk dalam daftar tunggu (waiting list) untuk dapat menunaikan rukun Islam kelima tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....