SMA Negeri 2 Negara Tampil Percaya Diri Lestarikan Sastra Bali
- 18 Feb 2026 21:02 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Tim Teater Tanpa Nama dari SMA Negeri 2 Negara turut ambil bagian dalam ajang musikalisasi puisi dengan menempuh perjalanan dari Negara menuju Denpasar sejak pagi hari. Para peserta berangkat sekitar pukul 06.30 WITA dan tiba di Denpasar sekitar pukul 10.30 WITA setelah sempat singgah di perjalanan.
Ketua tim, Ni Putu Restu Anantasya Astari, kepada RRI.CO.ID, Rabu, 18 Februari 2026 mengatakan, persiapan lomba dilakukan bersama anggota komunitas tempat mereka berlatih, yakni Komunitas Kertas Budaya. Dalam kompetisi tersebut, tim yang beranggotakan tujuh orang ini memperoleh nomor undi 10 dan membawakan dua karya, yakni puisi wajib berjudul Lawat serta puisi pilihan Pasihe Aad.
Restu menjelaskan, pemilihan puisi Pasihe Aad didasarkan pada kesesuaian karakter vokal tim serta aransemen yang dinilai mampu mewakili identitas mereka di atas panggung. “Kami merasa puisi itu cocok dengan tipe vokal yang kami miliki dalam tim, lalu aransemennya juga sesuai dengan karakteristik kami,” ujarnya.
Proses latihan berlangsung selama tujuh minggu sejak informasi lomba diterima. Tantangan utama muncul karena sebagian besar anggota merupakan siswa kelas 10 dan 11 yang belum memiliki pengalaman di bidang musikalisasi puisi dan sebelumnya lebih terbiasa tampil dalam format band.
“Itu jadi tantangan kami untuk membangun ‘feel’ musikalisasi puisi yang berbeda dengan bermain band,” katanya.
Melalui penampilan tersebut, tim ingin menyampaikan pesan reflektif tentang kehidupan. Puisi Lawat mengangkat pentingnya pengendalian diri dan emosi, sedangkan Pasihe Aad menggambarkan perenungan atas kebingungan dalam perjalanan hidup manusia.
Restu menilai kegiatan musikalisasi puisi menjadi sarana penting untuk melestarikan bahasa dan sastra Bali di kalangan generasi muda, sekaligus menyalurkan minat bermusik secara kreatif. “Di samping memiliki hobi bermusik, kami juga bisa melestarikan budaya karena puisinya menggunakan bahasa Bali,” ucapnya.
Ia berharap penampilan timnya dapat memberikan hasil terbaik sekaligus menginspirasi generasi muda lainnya untuk ikut menjaga keberlanjutan sastra Bali melalui kegiatan serupa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....