Pemkab Badung Jaga Stabilitas Harga saat Bulan Ramadhan

  • 18 Feb 2026 19:36 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Badung — Pemerintah Kabupaten Badung menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok saat bulan Ramadhan. Upaya ini dilakukan melalui pengawasan ketat stok, distribusi, hingga intervensi pasar.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Badung, A.A. Sagung Rosyawati, menjelaskan pemantauan harga dan pasokan dilakukan rutin setiap Senin dan Kamis di pasar tradisional. Laporan harian juga diperoleh secara daring dari pengelola pasar untuk memastikan perkembangan harga terpantau.

“Pemantauan stok dan harga kami lakukan secara langsung dan berkala untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman,” jelasnya.

Selain itu, pengawasan distributor diintensifkan untuk mencegah praktik penimbunan maupun kenaikan harga tidak wajar. Pemkab Badung juga bersinergi dengan Satgas Pangan, Polres Badung, dan Kejari Badung guna melakukan langkah korektif apabila ditemukan indikasi pelanggaran distribusi pangan, termasuk BBM dan LPG.

Intervensi pasar dilakukan melalui program Badung Promotani, Gerakan Pangan Murah, Operasi Pasar, dan Pasar Murah. Kerja sama juga dibangun dengan daerah penghasil komoditas serta distributor pusat guna menjaga kelancaran distribusi.

“Stok beras, minyak goreng, dan gula pasir terpantau memadai hingga Lebaran, sementara beberapa komoditas seperti cabai dan bawang mengalami penurunan pasokan akibat faktor cuaca,” ujarnya.

Komoditas yang menjadi perhatian utama meliputi beras, cabai rawit merah, cabai merah besar, bawang merah, bawang putih, telur, daging ayam ras, daging sapi, minyak goreng, dan gula pasir. Pasokan cabai berasal dari Karangasem, Bangli, Buleleng, serta Banyuwangi dan Jember, sedangkan bawang merah dipasok dari Bangli, Bima, dan Brebes.

Operasi Pasar dan Pasar Murah direncanakan berlangsung pada 12 Maret 2026 dan 13 Maret 2026 bekerja sama dengan Bulog Bali dan Perumda Pasar Mangupura Sedana. Pemerintah juga mengimbau masyarakat berbelanja bijak serta tidak melakukan pembelian berlebihan guna menjaga stabilitas harga.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkab Badung berharap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga selama Ramadhan hingga Lebaran. Sinergi pemerintah, distributor, dan masyarakat menjadi kunci menjaga daya beli dan ketahanan pangan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....