Munson Asia dan Konvergensi Picu Cuaca Ekstrem
- 18 Feb 2026 16:35 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar : Cuaca ekstrem hujan dengan intensitas lebat disertai angin kencang diprediksi masih akan melanda Bali hingga beberapa hari kedepan. BMKG terus mengupdate informasi cuaca yang cenderung berubah – ubah akibat dinamika atmosfer di wilayah Pulau Dewata.
Ketua Tim Kerja Operasional Meteorologi BBMKG Wilayah III Denpasar I Wayan Musteana dikonfirmasi RRI di Denpasar, Rabu 18 Februari 2026 mengatakan, Bali menjadi salah satu wilayah di Indonesia yang masih berpotensi dilanda cuaca ekstrem dengan intensitas curah hujan yang tinggi disertai angina kencang berkecepatan 40 km perjam. Ia menjelaskan, cuaca ekstrem tersebut dipengaruhi sejumlah faktor dinamika atmosfer yang didukung Munson Asia yang aktif, daerah pertemuan angin atau konvergensi dan kelembaban udara yang basah.
“Cuaca ekstrem diprediksi masih akan melanda wilayah Pulau Dewata hingga berberapa hari kedepan. Sejumlah faktor seperti Munson Asia, konvergensi dan kelembaban udara basah menjadi pemicu cuaca ekstrem tersebut,” ujar Musteana.
Musteana mengatakan, berdasarkan analisis BMKG, Munson Asia dengan sistem angin musiman berskala besar yang berhembus dari benua Asia menuju samudra Hindia Pasifik membawa uap air basah ke Indonesia.
“Fenomena itu memicu cuaca ekstrem saat musim hujan. Terlebih saat ini sejumlah wilayah di Bali telah memasuki periode puncak musim hujan pada Januari – Februari 2026,” tuturnya.
Kondisi cuaca dengan pola cuaca yang berubah ubah dan cenderung ekstrem melatarbelakangi BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem. Peringatan dini itu menjadi acuan masyarakat di daerah pesisir, rawan bencana maupun aktivitas pelayaran meminimalisir potensi dampak bencana. Peringatan dini dikeluarkan saat curah hujan ekstrem melebihi 50 milimeter perhari dengan kecepatan angin diatas 40 km perjam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....