Sempat Mengeluh Kelelahan, PMI Jembrana Wafat di Rusia

  • 17 Feb 2026 10:33 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jembrana - Kabar duka menyelimuti Kabupaten Jembrana. Ni Made Dwi Arya Wati (36), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan tugasnya di Saint Petersburg, Rusia, pada Sabtu 14 Februari 2026. Dugaan awal korban mengalami kelelahan saat bekerja.

Ironisnya, peristiwa tragis ini terjadi tepat di Hari Valentine. Sebelum mengembuskan napas terakhir, ibu dua anak ini diketahui masih sempat menjalin komunikasi dan mengucapkan selamat hari kasih sayang kepada rekan-rekannya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Naker Perin) Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi, saat dikonfirmasi RRI, Senin 16 Februari 2026, mengungkapkan bahwa korban yang bekerja sebagai terapis spa tersebut diduga meninggal dunia akibat kelelahan hebat. "Berdasarkan keterangan keluarga, korban mengeluh lelah karena melonjaknya jumlah pelanggan. Saat sedang melayani tamu, korban tiba-tiba pingsan setelah turun dari tempat tidur pijat sekitar pukul 14.00 waktu setempat," ujar Mirah.

Meski sempat dilarikan ke rumah sakit setempat, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 16.26 waktu Rusia. Mendiang Ni Made Dwi Arya Wati tercatat baru menjalani kontrak kerja sejak Agustus 2025.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, terutama dua buah hatinya yang kini berusia 18 dan 15 tahun. Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Jembrana masih melakukan langkah-langkah dengan koordinasi dengan P3MI Bali untuk memfasilitasi proses repatriasi.

"Kita masih menunggu dokumen resmi berupa surat keterangan kematian dari pihak rumah sakit di Saint Petersburg, sembari juga berkomunikasi dengan perwakilan RI di Rusia guna memastikan hak-hak almarhumah terpenuhi," ungkapnya.

Pemerintah daerah mengimbau para pekerja migran terutama profesi terapis spa untuk tetap memperhatikan kondisi kesehatan di tengah padatnya jadwal kerja, terutama saat memasuki musim ramai pelanggan di luar negeri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....