Disrupsi Media, Pers Wajib Perkuat Daya Saing

  • 10 Feb 2026 12:06 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat menuntut insan pers untuk terus beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar jurnalistik. Di tengah banjir informasi dan dominasi media sosial, pers dituntut tetap menjaga kualitas, akurasi, serta tanggung jawab dalam menyampaikan berita kepada publik.

Wakil Ketua Bidang Pendidikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali, Arief Wibisono, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan insan pers dalam membangun ekosistem media yang sehat. Pers yang berintegritas, profesional, dan berimbang dinilai mampu menjaga kepercayaan publik di tengah maraknya hoaks, disinformasi, dan polarisasi opini.

“Tuntutan terhadap kualitas pers semakin relevan di tengah disrupsi media. Informasi yang akurat dan bertanggung jawab akan melahirkan kepercayaan publik sebagai modal sosial yang mendorong optimisme, partisipasi warga, dan dukungan terhadap pembangunan.” jelasnya.

Menurut  Arief Wibisono disrupsi media, konvergensi platform, serta perkembangan kecerdasan buatan merupakan peluang untuk memperkuat daya saing pers. Pemanfaatan teknologi digital, media sosial, dan AI perlu diarahkan untuk mendukung kerja jurnalistik yang berkualitas, bukan sekadar mengejar popularitas atau sensasi.

“AI merupakan peluang yang harus dimanfaatkan secara bijak sebagai alat bantu kerja. AI hanyalah personal assistant, sehingga insan pers harus mampu mengendalikannya, bukan sebaliknya.” tegasnya.

Melalui penguatan kapasitas dan komitmen terhadap etika profesi, insan pers diharapkan mampu menjadi mitra strategis pembangunan sekaligus penjaga kualitas demokrasi. Pers yang sehat diyakini tetap menjadi pondasi penting dalam membangun masyarakat yang kritis dan berdaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....