Kecuali Bangli, Gubernur Koster Bentuk Satgas Sampah

  • 07 Feb 2026 17:42 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Badung - Penanganan sampah di Bali kini menjadi atensi nasional setelah Presiden RI memberikan perintah langsung dalam Rakornas 3 Februari 2026. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa seluruh jajaran TNI hingga Polri wajib turun tangan sesuai perintah Presiden selaku Panglima Tertinggi.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster melakukan rapat koordinasi dengan seluruh Bupati dan Wali Kota se-Bali, serta unsur Forkopimda. Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi Bali membentuk Satuan Tugas (Satgas) pembersihan pantai yang mencakup seluruh kabupaten/kota, kecuali Kabupaten Bangli. 

“Jadi kami akan bentuk Satgas di semua kabupaten/kota kecuali Bangli supaya memiliki sistem yang bisa bekerja secara konsisten, tertib, disiplin setiap hari, Pak. Bukan bekerja karena sampah datang dari daerah lain, tapi bekerja karena sampah ada di sini setiap hari. Jadi tidak perlu menunggu kayak itu, Pak, terlalu lama nunggunya, Pak. Kumpulnya sudah dari kemarin sore, hari ini baru diangkut. Itu kelamaan,” tegas Wayan Koster saat memberikan keterangan di Badung, Jumat 6 Februari 2026.

Harusnya begitu dia datang, kumpulin, truk ada, angkut, kemudian alat beratnya ada, bawa ke TPA Suwung. Jadi itu akan kami lakukan se-Bali dan setiap hari akan bertugas. Personel yang diperlukan, truk yang diperlukan, alat berat yang diperlukan, Pak Bupati Badung sudah menyiapkan, Pak. Dari provinsi juga kontribusi dari sisi anggaran,” lanjutnya.

Senada dengan Gubernur, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengungkapkan akan mengubah pola pembersihan pantai menjadi sistem giliran (shift) agar penanganan berlangsung terus-menerus. Selain itu, Badung akan mengintensifkan gerakan "Jumat Bersih" yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

"Kami sudah berkolaborasi dan menganggarkan penanganan ini bersama TNI-Polri. Sesuai arahan Menteri LH, sampah spesifik ini diizinkan dibawa ke TPA Suwung, sehingga kami perintahkan DLHK Badung agar tidak ada lagi sampah yang mengendap di pantai," ujar Adi Arnawa.

Pemerintah pusat menekankan bahwa Bali harus menjadi contoh nasional dalam pengelolaan sampah karena dampaknya yang krusial terhadap sektor pariwisata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....