Tumpek Kandang Momentum Hilangkan Sifat Tri Guna
- 06 Feb 2026 14:27 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Pada perayaan Tumpek Kandang umat Hindu memuja Tuhan dalam manifestasinya sebagai Dewa Siwa Pasupati. Tujuannya agar hewan peliharaannya diberkahi kerahayuan. Dalam kehidupan manusia, hewan-hewan ini sangat berguna, contohnya sapi atau kerbau bagi para petani memiliki peran yang sangat besar dalam membantu aktivitas agrarisnya kataPenyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Provinsi Bali, I Gusti Putu Suana, S.Ag., M.Si.
“Hewan-hewan yang ditakdirkan sebagai ubuan tunu atau hewan ternak, seperti ayam, itik, babi dan sebagainya sering dijadikan sebagai sumber protein untuk menunjang kehidupan manusia. Untuk itu hewan-hewan ternak ini memang terus dikembangkan. Namun, khusus hewan-hewan yang lain terutama satwa langka umat harus melestarikannya. Contohnya penyu Hijau, Burung Jalak Bali, Menjangan, Kera dan sebagainya”, jelas Suana ketika ditemui di RRI Denpasar, Selasa, 3 Februari 2026.
Selain itu lanjut Suana, pada momentum Tumpek Kandang ini juga mengingatkan kita sebagai manusia akan adanya Tri Guna. Tri Guna adalah tiga unsur dasar dari sifat manusia. Tri guna terdiri dari satwam yaitu sifat damai, rajas yaitu sifat ambisi dan tamas yaitu sifat malas.
Suana menuturkan, dua bagian dari Tri Guna yaitu rajas dan tamas adalah bagian sifat yang ada pada binatang. Sehingga pada Tumpek Kandang ini kita tidak lupa untuk memohon pada Tuhan agar 2 sifat ini dijauhkan pada diri manusia agar yang berkembang ialah sifat satwan (sifat damai).
Dalam Kitab Wrhaspati Tattwa juga disebutkan apabila tamah yang lebih besar pada citta itulah yang menyebabkan Atma menjadi Binatang. Ia tidak dapat melaksanakan dharma olehnya yang menyebabkan menjadi tumbuh-tumbuhan. Maka dari itu momentum Tumpek Kandang ini manusia selalu diingatkan untuk somya atau menghilangkan sifat hewan yang ada di dalam dirinya, tutup Suana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....