Sejarah dan Tujuan Hari Peduli Sampah Nasional

  • 06 Feb 2026 12:27 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Setiap 21 Februari diperingati sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), sebuah momentum penting bagi bangsa Indonesia untuk mengingat sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang lebih baik. Peringatan ini bukan sekadar tanggal di kalender, tetapi juga refleksi atas tragedi kelam yang pernah terjadi dan upaya kolektif menuju lingkungan yang lebih sehat.

 

HPSN lahir dari tragedi longsornya gundukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat pada 21 Februari 2005. Akibat curah hujan tinggi dan ledakan gas metana dari timbunan sampah yang tidak terkelola dengan baik, gunungan sampah yang menjulang longsor dan menimbun permukiman sekitar. Peristiwa ini menewaskan 157 orang, sebagian besar adalah pemulung yang tinggal di sekitar area TPA.

 

Kejadian tragis tersebut menjadi pengingat bagi pemerintah dan masyarakat bahwa persoalan sampah bukan masalah sepele. Untuk itu, pemerintah menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Peduli Sampah Nasional agar tragedi serupa tidak terulang dan pengelolaan sampah menjadi perhatian serius seluruh lapisan masyarakat.

 

Memasuki tahun 2026, peringatan HPSN kembali digelar dengan semangat aksi nyata dan kolaborasi lintas sektor. Meski tema nasional detail dari KLHK belum secara resmi dirilis secara luas di publik per Januari–Februari 2026, sejumlah kegiatan di daerah menunjukkan fokus pada gerakan lingkungan dan kegiatan bersih-bersih pantai menjelang HPSN 2026.

 

Sementara itu, rangkaian kegiatan nasional didorong oleh pemerintah melalui program Gerakan Bersih Sampah di Lingkungan Sekitar dan Kantor, yang menunjukkan penekanan pada kebersihan sebagai budaya hidup sehari-hari. Program ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk mendorong aksi bersih lingkungan secara masif di seluruh lapisan masyarakat.

 

 

Peringatan HPSN bukan hanya bentuk peringatan simbolis, tetapi memiliki sejumlah tujuan strategis yang dirumuskan untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah di Indonesia. Menurut informasi dari laman KLHK, tujuan utama HPSN antara lain:

 

1.Meningkatkan Kesadaran Masyarakat

Mendorong edukasi publik tentang pentingnya pengelolaan sampah yang tepat dan dampak buruk sampah jika diabaikan.

 

2.Memperkuat Partisipasi Publik

Mengajak masyarakat, sekolah, komunitas, dan organisasi untuk aktif terlibat dalam aksi peduli sampah, seperti kerja bakti, memilah sampah, dan gerakan tanpa plastik.

 

3.Mendorong Kolaborasi Semua Pihak

Mengajak pemerintah pusat dan daerah, sektor swasta, serta komunitas untuk bekerja bersama dalam membangun pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan.

 

4.Mendukung Kebijakan Pengelolaan Sampah yang Lebih Baik

Memberikan inspirasi bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah, termasuk pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.

 

5.Mengurangi Risiko Bencana Lingkungan

Mengingatkan kembali bahwa pengelolaan sampah yang buruk dapat menyebabkan bencana seperti banjir, pencemaran air, dan longsor sampah seperti yang terjadi di Leuwigajah.

 

Selain sebagai momen reflektif, HPSN 2026 juga menjadi platform untuk aksi nyata. Di berbagai daerah, aksi bersih lingkungan telah dimulai jauh sebelum tanggal puncak peringatan. Aksi-aksi seperti pembersihan sampah di pantai, penanaman mangrove, dan kampanye pilah sampah sudah dilakukan dalam rangka menyambut HPSN 2026.

 

Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) juga menginisiasi program yang lebih luas untuk menerjemahkan amanat Presiden dalam bentuk kegiatan rutinitas seperti Gerakan Bersih Sampah  di berbagai lingkungan kerja dan ruang publik. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tugas satu hari, tetapi gaya hidup yang harus dipupuk secara berkelanjutan.

 

Dengan semangat kolaborasi dan aksi nyata, Hari Peduli Sampah Nasional 2026 menjadi pengingat bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama. Setiap individu, komunitas, dan lembaga memiliki peran penting dalam menjaga Indonesia tetap bersih, sehat, dan lestari bagi generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....