Ribuan Vaksin LSD untuk Jembrana dan Buleleng

  • 06 Feb 2026 09:19 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Penyuntikan vaksinasi penyakit kulit berbenjol atau LSD pada ternak sapi di Bali diprioritaskan untuk daerah zona merah LSD yakni Jembrana dan Buleleng. Pasca temuan 28 kasus LSD di 8 desa dj Jembrana dan 2 desa di Buleleng.

Ketua Tim Kerja Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali drh. Made Arthawan dikonfirmasi RRI.CO.ID di Denpasar, Jumat 6 Februari 2026 mengatakan, ketersediaan vaksin sebanyak 6 ribu 400 dosis disalurkan untuk dua Kabupaten di Bali yakni Jembrana yang menjadi wilayah pertama terdeteksi wabah dan Buleleng sebagai area perluasan yang rawan.

“Pemerintah Provinsi Bali memfokuskan vaksinasi Lumpy Skin Disease - LSD pada ternak sapi di Jembrana dan Buleleng. Prioritas tersebut karena Jembrana menjadi wilayah pertama yang terdeteksi wabah, dan Buleleng menjadi area perluasan yang rawan,” ujarnya.

Made Arthawan mengungkapkan, vaksinasi dari Kementerian Pertanian tersebut disalurkan sebanyak 3 ribu 940 dosis vaksin untuk wilayah Jembrana. Sementara sisanya didistribusikan untuk Kabupaten Buleleng pasca temuan kasus suspek/positif mengingat wilayahnya berdekatan dengan Jembrana.

“Kita memang fokusnya di daerah zona merah dulu biar efektif vaksinnya. Kita bisa memutus rantai penyebaran LSD nya,” tuturnya.

Penyuntikan vaksinasi penyakit kulit berbenjol pada ternak sapi digencarkan Pemerintah Provinsi Bali dengan menyasar daerah zona merah LSD.Jembrana menjadi prioritas utama karena merupakan pintu masuk terdeteksinya kasus LSD di Bali sejak awal Januari 2026. Disusul Buleleng yang menjadi area perluasan yang rawan. Vaksinasi LSD diberikan pada bibit ternak, sapi kerbau di wilayah zona merah serta ternak sapi di desa - desa sekitar wilayah tertular (buffer zone) untuk mengantisipasi perluasan penyebaran LSD.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....