Transplantasi Lamun di Pantai Mertasari

  • 06 Feb 2026 06:57 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Yayasan Bendega Alam Lestari berkolaborasi dengan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Mina Suka Werdhi melaksanakan kegiatan Transplantasi Lamun di Pantai Mertasari, Denpasar pada Rabu, 4 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga dan memulihkan ekosistem pesisir agar tetap lestari dan berkelanjutan.

Kegiatan transplantasi lamun ini turut melibatkan 25 orang relawan yang berasal dari berbagai daerah serta latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja profesional, hingga masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan pesisir dan laut. Keterlibatan para relawan mencerminkan semangat kolaborasi dan partisipasi lintas sektor dalam aksi nyata pelestarian lingkungan.

Program Marine Mapping Coordinator di Bendega Alam Lestari, Gusti Ayu Made Mirah Rismayanti, kepada RRI.CO.ID menyampaikan, secara ekologis, lamun memiliki peran vital sebagai penyangga keseimbangan ekosistem laut dangkal.

"Di pesisir ada 3 ekosistem yang berhubungan, yakni terumbu karang, lamun, dan pesisir. Khusus lamun, ini ada ikan-ikan, kerang, ada pula kuda lautnya," ujarnya.

Lamun merupakan salah satu ekosistem pesisir yang memiliki peran sangat penting. Selain berfungsi sebagai habitat dan tempat pembesaran (nursery ground) bagi berbagai biota laut, lamun juga berperan dalam menjaga stabilitas sedimen dan mencegah abrasi pantai, meningkatkan kualitas perairan, serta menyerap dan menyimpan karbon biru (blue carbon) yang berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim.

Melalui kegiatan transplantasi ini, Yayasan Bendega Alam Lestari dan KUB Nelayan Mina Suka Werdhi berharap dapat meningkatkan tutupan lamun di wilayah Pantai Mertasari sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

"Yayasan Bendega Alam Lestari menegaskan komitmennya untuk terus melakukan upaya-upaya pelestarian lingkungan khususnya pesisir secara kolaboratif dan partisipatif, dengan memberikan ruang keterlibatan yang luas bagi masyarakat, khususnya anak-anak muda sebagai agen perubahan dalam menjaga laut dan pesisir Indonesia," ucap Gusti Ayu Mirah.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam memperkuat sinergi antara organisasi lingkungan, kelompok nelayan, dan masyarakat umum demi terwujudnya ekosistem pesisir yang sehat dan lestari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....