Tabanan Proyek Percontohan Asuransi Pertanian Berbasis Iklim

  • 04 Feb 2026 12:33 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Tabanan - Menyandang status sebagai Kabupaten Lumbung Beras Bali, Tabanan menjadi proyek percontohan nasional untuk skema Asuransi Pertanian Berbasis Iklim. Program asuransi yang difasilitasi Perum Bulog itu akan mulai diterapkan tahun ini untuk memitigasi risiko gagal panen akibat perubahan iklim.

Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan I Made Subagia dikonfirmasi RRI di Tabanan, Rabu 4 Februari 2026 membenarkan, Tabanan menjadi lokasi uji coba nasional untuk skema asuransi pertanian berbasis iklim atau asuransi parametrik. Ia menjelaskan, sebagai tahap sosialisasi dan uji coba, Perum Bulog mengalokasikan bantuan awal sekitar Rp50 juta untuk mendukung skema perlindungan bagi kelompok tani terpilih. Made Subagia mengatakan, pihaknya akan selektif menentukan kelompok tani dalam uji coba dengan memprioritaskan Gapoktan yang aktif, sehingga hasilnya bisa dievaluasi dengan jelas.

Iya benar, Kabupaten Tabanan menjadi proyek percontohan nasional untuk skema Asuransi Pertanian Berbasis Iklim. Asuransi parametrik yang difasilitasi Bulog itu akan diterapkan mulai tahun ini dengan menyasar kelompok – kelompok petani yang aktif di Tabanan,” ujarnya.

Made Subagia menyebut, asuransi berbasis iklim berbeda dengan asuransi tanaman pangan. Jika AUTP berbasis pada tingkat kerusakan fisik minimal 75 persen, asuransi  parametrik hanya berdasarkan indikator iklim tertentu seperti curah hujan atau suhu ekstrem.

“Asuransi parametrik berbeda dengan Asuransi Tanaman Pangan, karena hanya berdasarkan indikator iklim bukan tingkat kerusakan fisik,” tuturnya.

Kabupaten Tabanan resmi terpilih sebagai lokasi uji coba nasional untuk skema asuransi pertanian berbasis iklim atau asuransi parametrik. Tabanan menjadi proyek percontohan di Bali bersama sejumlah wilayah lain di Indonesia seperti Tanjung Jabung Timur, Indramayu, dan NTB. Proses klaim asuransi yang difasilitasi Bulog itu disebut tidak memerlukan penilaian kerusakan secara manual, melainkan menggunakan data satelit atau sensor cuaca.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....