Belajar Aksara Bali Sambil Bermain
- 03 Feb 2026 16:19 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Pada hari ketiga pelaksanaan Bulan Bahasa Bali 2026, kegiatan ramah anak kembali digelar di Gedung Kriya, Taman Budaya Denpasar, Selasa, 3 Februari 2026. Kegiatan bertajuk Malajah Sambil Maplalianan menghadirkan pembelajaran menulis aksara Bali halus sambil bermain, yang diikuti oleh siswa SD Negeri 21 Dangin Puri.
Ketua Yayasan Mas Amertta Sari, Dr. Ni Wayan Sariani, S.Pd., M.Hum., kepada RRI di Denpasar, Selasa, 3 Februari 2026, menjelaskan kegiatan ini dirancang khusus agar anak-anak dapat belajar bahasa dan aksara Bali tanpa merasa terbebani. Metode belajar sambil bermain dipilih agar materi lebih mudah dipahami dan menarik bagi anak-anak.
“Jadi, dengan permainan tradisional juga dengan nyanyian-nyanyian. Jadi, ketika kita memadukan metode ini mengajarkan bahasa Bali. Kalau kita mengajarkan aksara Bali tanpa bermain, mereka akan susah sekali menangkap,” ujarnya.
Sariani menambahkan, anak-anak dikenalkan aksara Bali dasar atau Aksara Wreastra yang berjumlah 18 aksara. Aksara ini merupakan dasar pembelajaran yang diajarkan kepada siswa SD kelas 3 hingga kelas 6 dan berlanjut digunakan pada jenjang SMP, SMA, hingga perguruan tinggi.
“Tadi mengajarkan tentang aksara Bali. Jadi, aksara Wreastra, ya. Itu jumlahnya 18. Ini aksara dasar yang biasa diajarkan untuk anak-anak SD dari kelas 3 sampai kelas 6. Berlanjut juga ini digunakan dalam pembelajaran di SMP dan SMA juga dan di universitas. Namun di SD, ini yang paling dasar yang harus diketahui oleh anak-anak,” tambahnya.
Menurutnya, metode belajar sambil bermain dinilai efektif untuk menumbuhkan minat anak-anak terhadap bahasa Bali. Kegiatan Bulan Bahasa Bali ini diharapkan dapat memperkuat literasi serta menjaga keberlanjutan bahasa dan aksara Bali di kalangan generasi muda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....