BMKG Jelaskan Fenomena Sun Halo di Langit Ungasan
- 03 Feb 2026 06:25 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Badung – Fenomena sun halo atau halo matahari terlihat di langit wilayah Ungasan, Kabupaten Badung pada minggu 1 Februari 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut fenomena tersebut merupakan kejadian optik atmosfer yang biasa terjadi.
Prakirawan Cuaca BMKG Wilayah III Denpasar, Diana Hikmah, menjelaskan sun halo bukan merupakan gerhana, melainkan cincin cahaya yang mengelilingi matahari. Fenomena ini terjadi akibat pembiasan cahaya matahari oleh kristal es yang terdapat di awan tinggi, seperti awan cirrus.
“Fenomena yang terlihat tersebut disebut sun halo. Ini merupakan fenomena optik atmosfer yang terbentuk akibat pembiasan cahaya matahari oleh kristal es di awan cirrus,” ujar Diana Hikmah.
Ia menegaskan, kemunculan sun halo tidak berkaitan dengan potensi cuaca ekstrem. Fenomena tersebut dapat muncul kapan saja dan bukan pertanda terjadinya bencana alam.
Menurutnya, sun halo cukup sering terjadi, namun tidak selalu terlihat jelas karena dipengaruhi ketebalan awan dan posisi matahari. Di wilayah Bali, fenomena ini dapat muncul sepanjang tahun, terutama pada masa peralihan musim.
Terkait dampak, BMKG menyebut sun halo tidak berbahaya. Namun masyarakat disarankan tidak menatap matahari secara langsung dalam waktu lama karena dapat menyebabkan silau.
“Secara umum tidak ada dampak berbahaya yang terjadi atau terdampak untuk manusia. Tapi dengan menatapnya secara langsung dengan mata telanjang itu dapat menyilaukan mata. Jadi kita sebaiknya tidak menatap secara langsung dengan jangka panjang. Jika ingin melihatnya, sebaiknya menggunakan pelindung mata seperti kacamata hitam,” tambahnya.
BMKG juga menegaskan masyarakat tidak perlu panik karena kemunculan sun halo merupakan fenomena alam yang wajar dan tidak menjadi pertanda akan terjadinya bencana alam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....