Irwasda Polda Bali Pimpin Apel Keselamatan Agung 2026
- 02 Feb 2026 22:29 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar — Polda Bali resmi menggelar Operasi Keselamatan Agung-2026 yang ditandai dengan apel gelar pasukan di halaman depan Mako Polda Bali, Senin 2 Januari 2026. Apel tersebut dipimpin Irwasda Polda Bali Kombes Pol Asep Ahdiatna, S.I.K., M.H., selaku Wasops dan diikuti para pejabat utama, personel yang terlibat operasi, serta perwakilan instansi terkait.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Danpomdam IX/Udayana, Kadishub Provinsi Bali, Kepala Cabang Jasa Raharja Bali, serta perwakilan Jasa Marga Tol Bali Mandara. Keterlibatan lintas instansi ini menegaskan pentingnya sinergi dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di Bali sebagai destinasi pariwisata internasional.
Dalam amanat Kapolda Bali yang dibacakan Irwasda, disampaikan apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin dalam pengelolaan lalu lintas di Bali. Disebutkan bahwa lalu lintas memiliki peran strategis karena menjadi urat nadi perekonomian sekaligus penunjang pariwisata berkualitas.
“Kamseltibcarlantas di Provinsi Bali bukan sekadar urusan mobilitas kendaraan, tetapi menyangkut citra Bali sebagai etalase pariwisata dan wajah Indonesia di mata dunia,” ujar Kombes Pol Asep Ahdiatna.
Peningkatan mobilitas masyarakat dan wisatawan disebut menjadi indikator bergeraknya roda perekonomian. Namun di sisi lain, kondisi tersebut memunculkan persoalan kemacetan, pelanggaran, hingga kecelakaan lalu lintas yang berdampak pada kerugian materiil maupun psikologis.
Berdasarkan data Ditlantas Polda Bali, angka pelanggaran lalu lintas periode 2024–2025 meningkat sebesar 54 persen, sementara angka kecelakaan lalu lintas naik 2 persen. Meski demikian, penindakan tetap mengedepankan pendekatan edukatif melalui teguran, selain penegakan hukum berbasis ETLE.
“Operasi Keselamatan Agung-2026 dilaksanakan selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026, dengan melibatkan 1.492 personel Polda Bali dan jajaran, serta dukungan instansi terkait. Kami mengedepankan upaya preemtif dan preventif secara humanis, didukung penegakan hukum yang profesional,” tegasnya.
Sasaran operasi meliputi pelanggaran yang berpotensi menimbulkan fatalitas kecelakaan, seperti tidak menggunakan helm dan sabuk pengaman, mengemudi di bawah pengaruh alkohol, menggunakan ponsel saat berkendara, serta perilaku lain yang membahayakan pengguna jalan. Dengan mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Ops Ketupat Agung-2026”, operasi ini diharapkan mampu menekan angka pelanggaran dan kecelakaan, sekaligus menciptakan situasi kondusif menjelang pengamanan mudik dan Hari Raya Idul Fitri 2026.
Irwasda juga mengingatkan seluruh personel untuk menjaga integritas, menghindari penyimpangan, serta melaksanakan tugas secara profesional, humanis, dan sesuai SOP. Ia menekankan pentingnya pengawasan melekat serta koordinasi antar-satgas dan instansi pendukung.
Melalui Operasi Keselamatan Agung-2026, Polda Bali berharap tercipta budaya tertib berlalu lintas yang lebih baik, demi menjaga keselamatan masyarakat dan mendukung citra Bali sebagai destinasi pariwisata yang aman dan nyaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....