Satpolairud Jembrana Gencarkan Patroli Selat Bali

  • 02 Feb 2026 19:26 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jembrana - Pasca ditemukannya dua jenazah yang diduga kuat merupakan korban KMP Tunu Pratama Jaya, yang terjebak sejak Juli 2025 lalu, aparat kepolisian dari jajaran Satpolairud Polres Jembrana kini memperketat pengawasan dengan menggelar patroli intensif di perairan selat Bali, Senin 2 Februari 20276. Kasatpolairud Polres Jembrana, AKP I Putu Suparta, mengatakan, pihaknya bergerak cepat mengantisipasi munculnya korban lain seiring proses evakuasi atau pengangkatan bangkai kapal KMP Tunu dan kendaraan di dasar laut. 


Patroli intensif dilakukan baik di darat maupun di perairan untuk memastikan setiap temuan baru dapat segera ditangani. ​"Kami intensifkan patroli wilayah, terutama di perairan. Koordinasi lintas instansi, termasuk dengan wilayah Banyuwangi, juga terus kami perkuat," tegasnya.

​Peningkatan intensitas patroli ini dipicu oleh dua penemuan mayat pada Minggu 1 Februari 2026. Jenazah pertama muncul ke permukaan tepat saat crane kapal BC Pioner 88 mengangkat bangkai truk dari kedalaman. Tak berselang lama, jenazah kedua ditemukan oleh nelayan di sisi utara Pelabuhan LCM Gilimanuk.

​Pihak kepolisian juga telah mengimbau masyarakat pesisir dan para nelayan untuk tetap waspada. "Nelayan sudah kami minta melapor segera jika menemukan tanda-tanda korban di tengah laut," tambah AKP Suparta.

Saat ini, salah satu jenazah masih disemayamkan di RSU Negara menunggu proses identifikasi lebih lanjut. Direktur RSU Negara, I Gusti Agung Putu Arisantha, mengatakan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan tim kepolisian terkait prosedur tersebut. ​Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya yang terjadi pada 2 Juli 2025 lalu menyisakan luka mendalam dengan total 15 orang yang sebelumnya dinyatakan hilang. 


Dengan ditemukannya dua jenazah ini, harapan keluarga untuk mendapatkan kepastian nasib para korban yang belum diketemukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....