Ajaran Kesadaran Diri di Tengah Tantangan Zaman Modern
- 02 Feb 2026 14:51 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Ajaran eling atau kesadaran diri menjadi nilai penting yang perlu terus diterapkan dalam kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tekanan. Hal tersebut disampaikan oleh Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kota Denpasar, I Made Gde Chandra Narayama, dalam program Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar Senin, 2 Februari 2026.
Dalam pemaparannya, Chandra Narayama menjelaskan bahwa kehidupan modern dengan tuntutan ekonomi, arus informasi digital, serta kompetisi sosial sering membuat manusia kehilangan kendali atas pikiran, perkataan, dan perbuatan. Kondisi ini berpotensi menjauhkan manusia dari hakikatnya sebagai makhluk spiritual, sosial, dan individu.
Menurut ajaran Hindu, eling bermakna kesadaran diri yang utuh, yakni selalu mengingat jati diri, hukum karma pala, serta kehadiran Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam setiap aspek kehidupan. Eling tidak hanya sebatas mengingat, tetapi juga menyadari dan mengendalikan diri agar tetap berjalan di atas jalan Dharma.
Secara filosofis, eling sejalan dengan ajaran Tri Kaya Parisudha, yaitu menyucikan pikiran, perkataan, dan perbuatan. Bhagawad Gita juga menegaskan pentingnya pengendalian diri, di mana manusia diajarkan untuk mengangkat dirinya sendiri melalui kesadaran batin, karena diri sendirilah yang dapat menjadi sahabat sekaligus musuh bagi dirinya.
Penyuluh Agama Hindu Kota Denpasar tersebut juga menekankan bahwa eling berkaitan erat dengan kesadaran akan hukum sebab akibat. Setiap perbuatan yang dilakukan akan membawa konsekuensi, sehingga manusia yang eling akan senantiasa berhati-hati dalam bertindak dan menjadikan Dharma sebagai landasan hidup.
Dalam praktik kehidupan sehari-hari, eling dapat ditumbuhkan melalui kesadaran bahwa diri sejati manusia adalah atman, pengendalian pikiran, membiasakan berpikir sebelum berbicara dan bertindak, menghindari reaksi emosional, serta senantiasa mengingat Tuhan dalam setiap aktivitas. Selain itu, bekerja dengan tulus sebagai bentuk yadnya juga menjadi bagian dari penerapan eling dalam kelakuan hidup.
Di era digital saat ini, eling dinilai sangat relevan untuk menghadapi tantangan seperti penggunaan media sosial, konflik sosial, serta degradasi moral. Dengan eling, manusia diajarkan untuk tidak reaktif, tidak mudah terprovokasi, serta mampu menahan diri dari perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai Dharma.
Melalui penerapan eling yang berlandaskan Tri Kaya Parisudha dan karma phala, umat Hindu diharapkan mampu menjalani kehidupan secara bijaksana, damai, dan bermakna, serta menjaga keharmonisan hubungan dengan sesama manusia, alam, dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....