Pemantauan dan Relokasi Telur Penyu di Pantai Kuta
- 29 Jan 2026 14:16 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Badung – Pengelola DTW Pantai Kuta menjelaskan pola penanganan penyu yang bertelur di kawasan Pantai Kuta sebagai bagian dari upaya konservasi. Pemantauan dilakukan oleh tim relawan dan informan di lapangan, terutama pada malam hari, saat penyu biasanya naik ke pantai untuk bertelur.
Asisten Manajer DTW Pantai Kuta, I Putu Gilang Bayu Sadra Putra, kepada RRI.CO.ID mengatakan, penyu dapat bertelur selama beberapa bulan dalam setahun di kawasan Pantai Kuta. Pemantauan dilakukan oleh pedagang, pengunjung, maupun relawan yang berada di sekitar pantai.
“Jadi dalam setahun mungkin itu dari Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September. Bertelur di pinggir. Nanti ada informan yang menginformasikan ke kita. Kita punya tim volunteer yang memantau. Jadi biasanya penyu bertelur di malam hari. Jadi apakah itu pedagang, pengunjung, atau volunteer dari kita, dia akan memantau di lapangan,” ujarnya.
Gilang menambahkan, apabila ditemukan ciri-ciri penyu naik untuk bertelur, telur akan segera direlokasi ke tempat penetasan yang lebih aman. Relokasi dilakukan untuk mengurangi risiko kerusakan telur akibat cuaca dan kondisi alam di bibir pantai.
“Jadi kalau memang ada ciri-ciri penyu naik untuk bertelur, langsung kita relokasi telurnya ke tempat penetasan ini. Karena kalau dia dibiarkan di alam, artinya di bibir pantai, kita kan tidak tahu cuaca. Kadang kalau gelombang besar, dia lembab. Tingkat kemungkinan dia busuk lebih tinggi. Jadi makanya kita relokasi ke tempat ini,” ujarnya.
Pengelola DTW Pantai Kuta berharap, melalui pemantauan dan relokasi yang dilakukan, upaya konservasi penyu dapat berjalan optimal serta menjaga kelangsungan populasi penyu di kawasan Pantai Kuta. (Penulis : Septiyani Kinasih)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....