Rekomendasi Pansus Jaga Status Jatiluwih Warisan Budaya Dunia
- 26 Jan 2026 16:04 WIB
- Denpasar
RI.CO.ID, Tabanan - Menyandang status sebagai Warisan Budaya Dunia dengan penegasan status Lahan Sawah Dilindungi dan Pertanian Pangan Berkelanjutan, Jatiluwih menyambut baik moratorium pembangunan hingga penguatan ekonomi petani sesuai rekomendasi Pansus TRAP DPRD Bali. Manajer Desa Wisata Jatiluwih John Ketut Purna dikonfirmasi RRI.CO.ID di Tabanan, Senin 26 Januari 2026 mengatakan, rekomendasi tersebut menjadi bentuk kehadiran negara untuk menjaga dan melestarikan situs warisan dunia UNESCO tersebut.
Menurutnya, dengan rekomendasi moratorium itu, desa wisata Jatiluwih akan memiliki pedoman dalam menjalankan sektor plesiran tanpa melanggar aturan tata ruang khususnya dalam perlindungan lahan sawah yang dilindungi (LSD) dan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B). John Purna mengatakan, selama ini pariwisata di Jatiluwih menggerakkan perekonomian masyarakat dengan mempekerjakan tenaga kerja lokal bahkan memberikan bantuan untuk pelestarian subak dan kesejahteraan petani.
Menurutnya, desa wisata Jatiluwih akan semakin lestari sebagai ikon dunia dengan didukung rekomendasi moratorium dengan budaya yang tetap hidup dan masyarakat sejahtera tanpa mengorbankan status Warisan Budaya Dunia. “Apapun yang terbaik untuk Jatiluwih pasati kami dukung. Rekomendasi Pansus TRAP DPRD Bali tentu akan menjaga keseimbangan konservasi, sosial dan ekonomi di Desa Wisata Jatiluwih,” ujarnya John Purna.
John Purna mengatakan, saat ini kunjungan wisatawan ke Jatiluwih semakin meningkat. Ia berharap, tidak ada lagi masalah di Jatiluwih karena isu pelanggaran tata ruang sangat berpengaruh signifikan terhadap kunjungan wisatawan.
John Purna menekankan, keamanan dan kenyamanan wisatawan menjadi kunci menggeliatnya sektor pariwisata. “Keamanan dan kenyamanan wisatawan menjadi kunci menggeliatnya sektor pariwisata. Sepanjang hal tersebut terpenuhi kunjungan wisatawan akan melonjak dan berdampak positif terhadap ekonomi pariwisata,” kata John Purna.
Jatiluwih menjadi salah satu destinasi wisata favorit dunia yang menawarkan keindahan alam dan kekayaan budaya yang ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya Dunia. Menyandang status sebagai Warisan Budaya Dunia dengan penegasan status Lahan Sawah Dilindungi dan Pertanian Pangan Berkelanjutan, Jatiluwih semakin terlindungi dengan rekomendasi Pansus TRAP DPRD Bali yang menekankan moratorium pembangunan hingga penguatan ekonomi petani lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....