BKKBN Bali bersama Pemda Bangli Sinergikan Program Pembangunan Keluarga

  • 26 Jan 2026 15:10 WIB
  •  Denpasar

RRI. CO. ID, Bangli – Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Dr.dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., M.A.R.S. melaksanakan audiensi dengan Bupati Bangli guna memperkuat dukungan daerah terhadap pelaksanaan program prioritas tahun anggaran 2026. Pertemuan tersebut menekankan pentingnya pembangunan keluarga sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia (SDM) jangka panjang.

Dalam audiensi, BKKBN Bali memaparkan sejumlah fokus kegiatan prioritas 2026, antara lain keberlanjutan Program Prioritas Kemendukbangga/BKKBN seperti pembinaan keluarga balita dan anak melalui pendekatan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) melalui program TAMASYA. Pemerintah Kabupaten Bangli didorong untuk membentuk Taman Penitipan Anak yang berkualitas untuk menciptakan rasa aman bagi orang tua terutama ibu bekerja.

Selain itu, dr. Luhde juga memaparkan tentang program prioritas lainnya seperti penguatan lansia melalui program SIDAYA, peningkatan pola pengasuhan dengan pelibatan ayah dalam pengasuhan lewat Gerakan Ayah Teladan Indonesia, serta dukungan penurunan prevalensi stuntingmelalui Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (GENTING). "Pengembangan dan pemanfaatan super apps berbasis data keluarga juga menjadi perhatian dalam penguatan intervensi yang lebih terarah," ujarnya.

Kemendukbangga/BKKBN juga menegaskan peran strategisnya dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Dukungan tersebut dilakukan melalui penyediaan data dasar berbasis Sistem Informasi Keluarga (SIGA), pemantauan pelaksanaan di lapangan, serta kolaborasi lintas sektor dalam pertukaran data dan monitoring evaluasi.

Dalam aspek perencanaan jangka menengah, dibahas pula penerapan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) sebagai operasionalisasi Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) 2025–2045. "Dokumen ini dinilai penting untuk memastikan kebijakan kependudukan daerah adaptif terhadap dinamika sosial serta terintegrasi dengan sektor pembangunan lainnya, " paparnya.

Pemerintah daerah juga didorong mengoptimalkan pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) Jenis Keluarga Berencana sebagai stimulan pendanaan program di daerah, termasuk untuk penguatan pelayanan KB, penyediaan sarana prasarana, serta dukungan operasional kader dan penyuluh di lapangan. Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta menyambut baik sinergi tersebut dan menilai program pembangunan keluarga memiliki kontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas generasi mendatang.

Pemerintah Kabupaten Bangli juga telah menunjukan komitmen kuat terhadap program GENTING dari tahun 2025 dan akan terus berupaya memberikan dukungan maksimal di tahun 2026. Audiensi ini menjadi langkah konsolidasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan program prioritas Kemendukbangga/BKKBN berjalan efektif, berbasis data, dan berdampak nyata terhadap kualitas keluarga serta percepatan pembangunan SDM di Kabupaten Bangli.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....