Wayang Lemah Pertunjukan Wali Sarat Ajaran Dharma

  • 25 Jan 2026 18:27 WIB
  •  Denpasar

RRI. CO. ID, Denpasar- Pertunjukan wayang wali atau wayang lemah menjadi salah satu bagian sakral yang tidak terpisahkan dalam pelaksanaan upacara yadnya umat Hindu di Bali. Wayang lemah biasanya dipentaskan pada upacara panca Yadnya, sebagai sarana penyampaian tuntunan kehidupan yang bersumber dari ajaran dharma.

Wayang lemah umumnya dipentaskan dalam rangkaian upacara Panca Yadnya,

Pementasan wayang lemah menjadi media penyampaian ajaran dharma yang bersumber dari epos Mahabrata, yang disesuaikan dengan jenis dan tujuan upacara yang sedang dilaksanakan.

Jro Dalang Pande Ketut Kaca Winaya mengatakan bahwa setiap yadnya memiliki kerangka dasar yaitu Tatwa, Susila dan Upakara.

"Dalam konteks susila, wayang lemah dipentaskan untuk memberikan pemahaman kepada umat mengenai ajaran dharma yang mengandung nilai-nilai filosofi, etika, dan moral sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari ," tuturnya

Ia juga mengatakan pertunjukan wayang lemah berbeda dengan pertunjukan wayang pada umumnya yang dipentaskan pada malam hari dengan kelir dan lampu blencong. Wayang lemah disajikan pada siang hari tanpa menggunakan kelir (layar) sehingga memiliki makna spiritual yang lebih mendalam.

"Walaupun tidak menggunakan kelir wayang lemah menggunakan benang tukelan dan uang kepeng berisikan kayu sakti (kayu dapdap), sebagai lambang alam semesta untuk fungsinya sama seperti kelir, " imbuhnya

Ia berharap untuk generasi muda, kesenian wayang kulit agar tetap di lestarikan, sebagai warisan budaya dan spiritual yang mengandung nilai luhur.

"Walaupun tengah perkembangan zaman yang semakin modern seperti saat ini," imbuhnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....