Topeng Sidakarya, Tari Wali Penyempurna Upacara Yadnya

  • 25 Jan 2026 09:56 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Topeng Sidakarya merupakan salah satu tari wali, yang selalu dipentaskan dalam setiap pelaksanaan upacara yadnya di Bali. Kehadiran topeng ini dipercaya memiliki makna spiritual yang sangat penting, yakni sebagai simbol penyempurnaan upacara agar yadnya yang dilaksanakan berjalan lancar dan mencapai tujuan yang diharapkan.

Salah seorang penari topeng Agus Triadi Kiswara mengatakan dalam tradisi masyarakat Hindu Bali, Topeng Sidakarya dipentaskan karena tidak terlepas dari cerita atau babad Dalem Sidekarya yang mengutuk persembahan yadnya di pura Besakih, yang di selenggarakan oleh Dalem Waturenggong seorang raja di kerajaan Gelgel.

"Dengan adanya babad Dalem Sidekarya ini, sebagai dasar umat Hindu di bali, mementaskan tari topeng wali topeng sidekarya saat melaksanakan yadnya, sebagai tanda upacara yadnya tersebut diyakini sepenuhnya “sida karya” atau berhasil secara niskala," tuturnya.

Ia juga mengatakan banyak pesan moral yang terkandung dalam babad sidekarya ini.

" Intinya kita sebagai manusia agar jangan pernah meremehkan dan merendahkan seseorang, apalagi orang yang tidak kita kenal. Seperti sekidit penggalan serita dari babad sidekarya ini, dimana Brahmana Keling adalah putra dari Dang Hyang Kayu Manis seorang pertapa suci dari Desa Keling Jawa timur. Penampilan dari Brahmana Keling ini seperti seorang pengemis, beliau datang ke pura Besakih dimana pada saat itu sedang di laksanakan yadnya besar, dengan tujuan untuk bertemu dengan saudaranya Ida dalem Waturenggong yang seorang raja di Gelgel, Klungkung," jelasnya.

Belum sempat bertemu raja, beliau dihakimi lalu usir, oleh para punggawa kerajaan, karena beliau berpakaian lusuh, kotor, dan mengaku saudara dari raja.

Alhasil yadnya Ida Dalem Waturenggong di kutuk olehnya, agar tidak sukses dan masyarakat terkena wabah. Dari cerita Babad ini siapa yang menyangka seseorang yang berpenampilan compang camping seperti pengemis ini adalah putra dari seorang pertapa suci.

"Saya berharap sebagai warisan seni sakral yang sarat nilai spiritual dan filosofi kehidupan, Topeng Sidakarya tidak hanya dipentaskan sebagai bagian dari rangkaian upacara yadnya, tetapi juga dipahami maknanya oleh generasi muda Hindu Bali ," imbuhnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....