Cegah Penularan LSD, Puluhan Ibu-ibunya Peternak Ikuti KIE

  • 24 Jan 2026 09:49 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jembrana - Selain menggencarkan vaksinasi massal pada ternak sapi, untuk memutus rantai penularan virus penyakit kulit berbenjol atau Limpy Skin Disease (LSD), Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan (Peringan) Jembrana juga menggelar sosialisasi berupa Komunikasi, Edukasi dan Informasi (KEI) kepada para peternak, khusunya di wilayah tertular, Jumat 23 Januari 2026.

Kepala Bidang Keswan-Kesmavet Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan (Peringan) Jembrana, I Gusti Putu Ngurah Sugiarta, mengatakan sosialisasi pertama dipusatkan di Banjar Benel, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya. Di lokasi ini, KEI menyasar para ibu-ibunya rumah tangga, dimana mayoritas yang merawat ternak sapi di banjar ini adalah para ibu.

"Dan terkait kasus LSD ini, kami mengadakan sosialisasi kepada para peternak juga, khusunya ibu-ibu yang ada di Desa Manistutu ini, biar semua paham mengenai kasus LSD ini," jelas Sugiarta.

Menurutnya, sosialisasi KIE ini penting dilaksanakan, disamping juga melakukan berbagai upaya pencegahan lainya, seperti vaksinasi, pemberian obat, spraying disinfektan dan sebagainya. "Jadi kalau kita melakukan pengobatan atau melakukan pencegahan suatu kasus, perlu kita mengadakan KIE. karena ini penting bagi kita untuk memberikan penjelasan atau sosialisasi kepada para peternak cara memelihara peternaknya dengan baik dan benar," jelasnya.

Sugiarta memaparkan langkah-langkah yang wajib dilakukan untuk menghindari penyebaran virus LSD diantaranya, rutin membersihkan kadang ternak dan lingkungan sekitar, rajin memberikan memberikan spraying disinfektan terhadap ternak, dan yang terpenting tidak memobilisasikan atau memindahkan ternak dari satu tempat yang tepat yang lain, untuk menjaga bio scurity tidak terkena LSD. "LSD itu penularannya dari vektor (lalat). Namun, jika dari manusia kemungkinan terbawa saat menginjak kotoran sapi maupun kena kencing saat di kandang, jadinya bisa menularkan ke tempat lain. Makanya wajib dibersihkan dengan disinfektan, sebelumnya pindah ke tempat lain," paparnya.

Sugiarta juga membantah isu yang beredar terkait penolakan vaksinasi massal LSD oleh para peternak sapi. Menurutnya, justru para peternak sapi sangat antusias menerima vaksinasi massal LSD yang sudah berjalan ini. "Antusias sekali warga, kita memvaksin ternak ternak mereka," tukasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....