Ngepitunadi Garapan Inovasif Mengangkat Tradisi Daerah

  • 23 Jan 2026 08:16 WIB
  •  Denpasar

RRI. CO. ID, Denpasar - Ujian akhir mahasiswa Program Studi Seni Karawitan Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, menjadi ruang ekspresi kreativitas mahasiswa tingkat akhir, dalam mengembangkan seni tradisi Bali. Salah satu yang menarik perhatian adalah karya ujian akhir yang dibawakan oleh I Made Dimas Candra Winata (23), mahasiswa seni karawitan, dengan judul garapan Ngepitunadi yang mengangkat konsep karawitan inovatif tanpa meninggalkan pakem tradisi.

Dimas mengatakan dalam ujian akhir tersebut, ia menampilkan garapan karawitan yang memadukan unsur klasik dengan sentuhan inovasi musikal instrumental dan vokal, yang tetap berakar pada estetika gamelan Bali.

"Garapan ini terinspirasi dari tradisi sakral Ngepitunadi di Desa saya yaitu di Banjar adat Ked Tegalalang, Gianyar. Dimana tradisi sakral ini ada Magita (nyanyian suci) dan sesinden yang di padukan dengan instrumental semarpegulingan ," tuturnya.

Ia juga mengatakan garapan inovasif yang disajikan dalah tugas akhir ini, bertujuan untuk memberikan warna baru pada seni karawitan sekaligus menarik minat generasi muda agar lebih mencintai dan melestarikan warisan budaya.

"Inovasi bukan berarti meninggalkan tradisi, melainkan memperkaya nilai artistik karawitan itu sendiri," imbuhnya.

Ia berharap kepada teman - teman seniman muda, agar bisa mengeksflorasi dan mentranspormasi tradisi - tradisi yang ada di daerahnya masing- masing, agar menjadi sebuah karya dan dapat di kenal oleh khalayak banyak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....