Teknologi dan Budaya Berpadu dalam Ogoh-ogoh Banjar Tainsiat
- 16 Jan 2026 10:21 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Pawai ogoh-ogoh selalu menjadi momen yang dinantikan masyarakat Bali menjelang Hari Raya Nyepi. Salah satu banjar yang kerap mencuri perhatian publik adalah Banjar Tainsiat, Denpasar.
Banjar ini dikenal konsisten menghadirkan ogoh-ogoh dengan inovasi teknologi, khususnya sistem gerak mekanis yang membuat tampilannya semakin hidup dari tahun ke tahun. Wakil Ketua Pemuda-Pemudi Banjar Tainsiat, Putu Alvin Pratama Putra, menjelaskan bahwa secara historis ogoh-ogoh kerap merepresentasikan simbol-simbol energi negatif atau buta kala yang dikenal dalam kepercayaan masyarakat Bali.
Namun, tidak semua ogoh-ogoh selalu mengambil wujud tersebut. “Memang secara sejarah ogoh-ogoh identik dengan simbol aura negatif atau buta kala. Tapi tidak semua harus mengambil karakter itu. Ada juga yang mengambil figur dewa atau jelmaan tertentu,” ujar Alvin.
Tahun ini, Banjar Tainsiat memilih mengangkat tema gajah yang sarat makna filosofis. Gajah dimaknai sebagai simbol kekuatan alam, sekaligus peringatan akan ancaman terhadap kehidupan apabila keseimbangan alam terganggu.
“Kami mengambil tema gajah dengan filosofi bahwa jika alam terus diganggu, itu bisa menjadi ancaman bagi kehidupan. Jadi pesan lingkungan juga ingin kami sampaikan lewat ogoh-ogoh ini,” jelasnya.
Proses pembuatan ogoh-ogoh Banjar Tainsiat telah dimulai sejak pertengahan November dan ditargetkan rampung menjelang malam pengerupukan. Alvin menyebutkan, fokus utama tahun ini adalah pengembangan sistem gerak agar ogoh-ogoh tampil lebih dinamis.
“Kami ingin keluar dari zona nyaman. Setiap tahun harus ada pembaruan, terutama di sisi teknologi. Tapi tetap tidak meninggalkan unsur budaya. Jadi konsepnya kami mix antara teknologi dan budaya,” katanya.
Dari sisi teknis, pengembangan dilakukan secara bertahap, terutama pada bagian mekanisme dan sistem penggerak yang kini diarahkan lebih otomatis. Kendala utama yang dihadapi sejauh ini masih berkutat pada proses pembuatan rangka dan pengulangan teknis, namun tidak menjadi hambatan besar.
Sebagai pesan bagi generasi muda, Alvin mengajak anak-anak muda Bali untuk terus berani berkreasi. Generasi muda juga diajak belajar dan konsisten dalam melestarikan budaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....