Satua Bali Ingatkan Hukum Karma
- 26 Des 2025 11:22 WIB
- Denpasar
KBRN Denpasar : Siaran Surya Puja bertajuk Apa yang Kita Tanam Itu yang Kita Tuai yang disiarkan di Pro 4 RRI Denpasar, Kamis, (25/12/2025), mengangkat pesan moral mendalam melalui satua Bali Siap Sangkur Metaluh Emas, sebagai cermin kehidupan umat Hindu dalam memahami hukum karma pala.
Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Badung, I Gusti Ayu Twin Jayantari, selaku pengisi acara menjelaskan bahwa satua tersebut tidak sekadar kisah ayam yang bertelur emas, melainkan gambaran dinamika batin manusia antara rasa syukur dan keserakahan, kesabaran dan ambisi.
Dalam ceritanya, tokoh Niluh Lancah digambarkan sebagai pribadi rajin dan sederhana, namun mulai berubah ketika dihadapkan pada godaan kekayaan instan. “Perubahan batin ini mencerminkan bangkitnya sifat rajas, yakni dorongan keinginan yang berlebihan dan kehilangan keseimbangan”,kata Jayantari. Sebaliknya, ia mengungkapkan, bahwa tokoh I Pagul merepresentasikan sifat satwam, yang tetap tenang, jernih, dan berjalan sesuai Dharma.
Melalui kisah tersebut, pendengar diajak memahami bahwa rezeki yang dipaksakan sebelum waktunya tidak akan melahirkan kebahagiaan, melainkan kekecewaan. Hukum karma pala ditegaskan sebagai prinsip universal, perbuatan yang dilandasi keserakahan akan berbuah penderitaan, sementara kesabaran dan kebijaksanaan akan membawa berkah.
Penyuluh agama Hindu kabupaten Badung tersebut juga menekankan ajaran Rwa Bhineda, bahwa suka dan duka, untung dan rugi selalu hadir berpasangan, serta pentingnya menjalani proses hidup dengan kesadaran dan kebijaksanaan.
Melalui pendekatan satua yang halus dan sarat makna, Jayantari mengajak umat untuk kembali menata batin, menjalankan dharma dengan tulus, serta menyadari bahwa kebahagiaan sejati tidak terletak pada kecepatan meraih hasil, melainkan pada kebijaksanaan dalam menjalaninya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....