Desa Utak Atik Diluncurkan di Serangan
- 08 Des 2025 09:10 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar: CAST Foundation bersama Meaningful Design Group (MDG) dan Fab Lab Bali resmi meluncurkan pameran Desa Utak Atik, bagian dari proyek Desa Hidrogen Hijau yang mengusung inovasi berbasis komunitas di Desa Serangan. Program ini menawarkan model pembangunan alternatif yang memadukan teknologi bersih, kearifan lokal, dan pemberdayaan masyarakat untuk menjawab tantangan pembangunan serta transisi energi di Indonesia.
Proyek ini dikembangkan melalui pendekatan bottom-up, menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama inovasi. Model ini bertujuan memantik nalar kritis warga terhadap pola hidup berkelanjutan, menjaga ekosistem pesisir, dan memastikan teknologi dapat diterapkan sesuai konteks sosial dan budaya Bali.
Pelaksanaan Desa Hidrogen Hijau berfokus pada tiga aspek: ketahanan ekonomi lokal melalui pelatihan fabrikasi digital dan teknologi energi bersih, perlindungan ekosistem pesisir, serta pengembangan teknologi yang relevan dengan budaya dan kondisi geografis Serangan. Kreativitas masyarakat Bali—terutama lewat tradisi banjar, kerajinan, dan sistem sosial—dijadikan fondasi agar teknologi dapat diterima dan dikelola berkelanjutan.
Sebagai ruang belajar bersama, tim mendirikan Kios Utak Atik yang melibatkan anak-anak dan remaja dalam kegiatan perakitan, perbaikan perangkat, serta pengenalan teknologi energi bersih. “Lokakarya kami bertujuan menumbuhkan daya pikir kritis generasi muda agar menjadi pelaku utama masa depan berkelanjutan,” ujar Wan Zaleha Radzi, Founding Partner CAST Foundation.
Teknologi yang dikembangkan mengandalkan hidrogen hijau dengan pemanfaatan radiasi matahari Bali mencapai rata-rata 4,8 kWh/m² per hari. Pendekatan ini memungkinkan desa memproduksi energi bersih secara mandiri sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Kepala Lingkungan Banjar Dukuh, Kaling Wayan, menegaskan pentingnya perubahan bertahap: “Kesadaran masyarakat berkembang pelan-pelan, tapi semua demi keharmonisan sosial dan pemanfaatan potensi alam Serangan.”
Program ini merupakan bagian dari Koalisi Bali Emisi Nol Bersih (ENB) 2045 yang melibatkan WRI Indonesia, IESR, NEX Indonesia, Azura Indonesia, serta didukung penuh oleh ViriyaENB. Melalui jaringan global MIT Fab Lab Network, Fab Lab Bali menghubungkan riset internasional dengan kebutuhan lokal masyarakat. “Teknologi harus diterapkan dengan cara yang relevan dan menghormati budaya setempat,” ujar Tomas Diez, Founding Partner Meaningful Design Group.
Puncak inisiatif ini diwujudkan dalam pameran Desa Utak Atik, yang menjadi arsip hidup pengembangan proyek—mulai dari prototipe, uji lapangan, hingga kolaborasi dengan banjar di Serangan. Pameran menampilkan demonstrasi interaktif yang menggambarkan bagaimana teknologi, budaya, dan partisipasi warga dapat berpadu membangun sistem regeneratif.
“Indonesia mampu bersaing dalam inovasi dan teknologi jika diberi kesempatan serta kepercayaan diri,” ujar Ilham Habibie, Founding Partner CAST Foundation dan MDG, dalam sambutannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....