Ilham Habibie Kenalkan Teknologi Energi Bersih Desa Serangan
- 07 Des 2025 18:43 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar: Upaya pengembangan energi bersih di Bali kembali mendapat dorongan melalui rangkaian inovasi yang diperkenalkan kepada masyarakat Pulau Serangan. Dalam kegiatan yang melibatkan warga, komunitas nelayan, hingga anak-anak, sejumlah prototipe energi terbarukan ditampilkan untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa desa dapat menjadi sumber lahirnya inovasi ketika masyarakat diberi ruang dan pendampingan.
Salah satu pendiri CAST Foundation, Ilham Habibie, menjelaskan Indonesia memiliki kemampuan besar untuk menjadi pengembang teknologi, bukan hanya pengguna. Ia memaparkan contoh uji coba pemanfaatan hidrogen yang diproduksi dari energi surya melalui proses hidrolisis. Hidrogen yang dihasilkan memang belum berkualitas tinggi, namun telah cukup untuk kebutuhan dasar seperti memasak, dan berpotensi menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap LPG ke depan.
“Contoh energinya adalah produksi hidrogen menggunakan solar cell melalui proses hidrolisis. Kualitasnya memang belum tinggi, tetapi sudah cukup untuk kebutuhan sederhana seperti memasak.” jelasnya.
Ilham Habibie juga menggarisbawahi pendampingan teknologi bagi para nelayan di Kampung Bugis, Serangan. Selama ini nelayan menggunakan lampu dengan aki besar yang berat dan kurang aman. Berangkat dari kebutuhan tersebut, dirancang lampu yang lebih terang dengan baterai seukuran power bank yang lebih ringan dan nyaman digunakan. Ia menegaskan inovasi ini masih berupa prototipe, namun sudah menunjukkan bagaimana kreativitas dan kolaborasi masyarakat dapat menghasilkan solusi yang relevan.
“Ini masih tahap uji coba, belum final, tetapi prototipe sudah bisa dicoba. Hal ini menunjukkan bahwa kita bukan hanya konsumen, melainkan mampu mengembangkan teknologi hingga level akar rumput.” tegasnya.
Lebih jauh, Ilham Habibie menyampaikan pengembangan energi bersih ini bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali dalam program transisi energi. Menurutnya, teknologi berbasis hidrogen berpotensi diterapkan di seluruh desa, sehingga dapat memperluas peluang kerja dan mengurangi emisi. Ia menambahkan upaya berskala besar hanya dapat terwujud bila pemerintah, akademisi, dan berbagai pihak lain terlibat bersama, sementara pihaknya berperan memberikan contoh yang dapat ditindaklanjuti lebih luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....