Ini Sejarah dan Tema Hari Disabilitas Internasional 2025
- 02 Des 2025 08:14 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar : Dunia kembali memperingati Hari Disabilitas Internasional, sebuah agenda tahunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diperingati setiap 3 Desember. Peringatan ini bertujuan untuk memperkuat komitmen global dalam menjamin hak, martabat, dan kehidupan yang layak bagi penyandang disabilitas di seluruh dunia. Tahun ini, peringatan difokuskan pada upaya memperluas inklusi dan kesetaraan, sekaligus menyoroti tantangan-tantangan yang masih dihadapi kelompok disabilitas dalam berbagai aspek kehidupan.
PBB mengusung tema “Mewujudkan masyarakat yang ramah dan inklusif bagi penyandang disabilitas demi mendorong kemajuan sosial” pada peringatan tahun 2025.
Tema ini menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang masih membayangi penyandang disabilitas di berbagai negara, di antaranya:
Tingginya angka kemiskinan di kalangan penyandang disabilitas
Masih adanya diskriminasi dalam dunia kerja
Sistem perlindungan sosial yang kerap belum memadai
Minimnya akses terhadap pendidikan, pelayanan kesehatan, dan layanan publik lainnya
Dengan tema tersebut, komunitas global didorong untuk mempercepat transformasi menuju masyarakat inklusif, di mana penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama dalam berpartisipasi dan berkontribusi bagi pembangunan sosial. Hari Disabilitas Internasional pertama kali ditetapkan pada 1992, saat Majelis Umum PBB menyepakati 3 Desember sebagai momen global untuk mempromosikan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.
Penetapan ini lahir dari kesadaran dunia bahwa penyandang disabilitas kerap menghadapi hambatan sistemik, mulai dari akses pendidikan, pekerjaan, layanan publik, hingga partisipasi penuh dalam kehidupan bermasyarakat. Sejak itu, peringatan ini menjadi tonggak penting untuk menegaskan komitmen seluruh negara dalam membangun masyarakat bebas stigma dan diskriminasi.
Akar sejarah peringatan ini juga terkait dengan berbagai inisiatif internasional lain, antara lain:
International Year of Disabled Persons (1981)
Decade of Disabled Persons (1983–1992)
Kedua momentum ini menghasilkan World Programme of Action Concerning Disabled Persons, sebuah dokumen global yang menjadi dasar pembentukan berbagai kebijakan inklusi disabilitas di banyak negara.
Perkembangan tersebut berlanjut hingga lahirnya Konvensi Hak Penyandang Disabilitas (Convention on the Rights of Persons with Disabilities/CRPD) pada 2006, yang semakin memperkuat upaya internasional dalam mendorong kesetaraan, kemandirian, serta penghormatan terhadap martabat manusia.
Hari Disabilitas Internasional 2025 menjadi pengingat bahwa perjuangan dalam mewujudkan masyarakat inklusif masih terus berlanjut. Pemerintah, organisasi internasional, dan komunitas global diharapkan memperkuat kolaborasi demi memastikan penyandang disabilitas tidak tertinggal dalam pembangunan sosial, ekonomi, maupun teknologi.
Dengan terus memperluas kesadaran dan memperkuat kebijakan, dunia diharapkan semakin mampu menciptakan lingkungan yang menghargai keberagaman, kesempatan yang setara, serta penghormatan terhadap martabat setiap individu tanpa kecuali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....