Mengembalikan Makna Tulus Ikhlas dalam Berkorban

  • 09 Okt 2025 08:43 WIB
  •  Denpasar

KBRN Denpasar : Program siaran obrolan Galang Kangin di Pro 4 RRI Denpasar, FM 106, 4 MHz, hari ini mengangkat tema “Yadnya Bukan Jual Beli”, yang membahas makna sejati yadnya dalam ajaran Agama Hindu, Kamis, (09/10/2025). Ajik Tibah dan Beli Kejoer menegaskan bahwa yadnya merupakan bentuk pengorbanan yang dilandasi ketulusan dan keikhlasan, bukan transaksi atau kewajiban yang menuntut balasan.

Tibah dalam penjelasannya, menyampaikan bahwa yadnya sejatinya berarti pengorbanan suci , dilakukan bukan karena paksaan atau pamrih, tetapi karena rasa bhakti dan hormat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Bila seseorang melakukan yadnya tanpa ketulusan hati, maka nilai spiritualnya akan berkurang.

“Kalau tidak tulus dan tidak ikhlas, jangan melakukan yadnya. Yadnya itu bukan kewajiban atau keharusan, tapi lahir dari rasa hormat dan rasa bakti,” ujar Tibah dalam siaran tersebut.

Program ini juga menyoroti fenomena di masyarakat di mana pelaksanaan upacara kadang dianggap sebagai beban atau ajang gengsi sosial. Narasumber mengingatkan agar umat tidak memandang yadnya sebagai jual beli spiritual. Yadnya harus dijalankan dengan kesadaran untuk berbagi, bersyukur, dan menyucikan diri.

Selain itu, dibahas pula nilai-nilai kesehatan dan keseimbangan dalam pelaksanaan yadnya, bagaimana rasa syukur dan ketenangan batin dapat berdampak positif bagi kesehatan jasmani dan rohani.

Menutup acara, disampaikan pesan agar umat Hindu selalu mengembalikan esensi yadnya pada makna tulus ikhlas, bukan pada besar kecilnya biaya atau kemewahan upakara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....