Pemahaman Konsep Tri Murti Menguatkan Spiritualitas Umat Hindu
- 07 Okt 2025 13:35 WIB
- Denpasar
KBRN Denpasar : Dalam siaran Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar, FM 106,4 MHz, Minggu (5/10/2025), Candra Narayama, Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kota Denpasar, mengajak umat Hindu untuk memperdalam pemahaman tentang konsep Tri Murti sebagai dasar pembentukan spiritualitas yang kuat di tengah tantangan kehidupan modern.
Menurutnya, Tri Murti merupakan tiga aspek utama dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa, yakni Brahma sebagai pencipta (Utpati Sakti), Wisnu sebagai pemelihara (Stiti Sakti), dan Siwa sebagai pelebur (Pralaya Sakti). Ketiganya bukanlah tiga Tuhan yang berbeda, melainkan tiga manifestasi dari satu Tuhan yang Maha Esa (Brahman) yang menjalankan fungsi kosmik dalam mencipta, memelihara, dan meleburnya kembali segala sesuatu di alam semesta.
“Pemahaman terhadap Tri Murti menjadi dasar spiritual umat Hindu untuk menumbuhkan kesadaran akan kebesaran Tuhan, keteraturan alam, dan tanggung jawab manusia menjaga keharmonisan hidup,” jelas Candra Narayama.
Dalam penjelasannya, Candra Narayama mengutip Bhagavad Gita IX.17, yang menegaskan bahwa Tuhan adalah ayah, ibu, dan kakek moyang dari seluruh ciptaan. Segala manifestasi Tuhan bersumber dari satu keesaan Ilahi. Ia juga menambahkan bahwa umat Hindu perlu memahami perbedaan antara “pelebur” dan “perusak”.
“Siwa bukanlah dewa perusak, melainkan pelebur yang mengembalikan segala sesuatu ke asalnya sebagai bagian dari siklus alam. Dalam hukum Rta, setiap makhluk mengalami kelahiran, kehidupan, dan kematian, sebuah siklus kosmik yang tak terelakkan,” tegasnya.
Melalui pemahaman Tri Murti, umat Hindu diajak menjalani hidup dengan keseimbangan spiritual, menyadari bahwa setiap peristiwa, baik suka maupun duka, merupakan bagian dari kehendak Tuhan yang mengajarkan kebijaksanaan, keikhlasan, dan keteguhan iman.
Candra Narayama menambahkan bahwa Tri Murti juga berkaitan dengan hukum karma phala dan reinkarnasi (punarbhawa). Semua perbuatan manusia akan berbuah sesuai sebab dan akibatnya, hingga akhirnya mencapai kebebasan spiritual (moksa) ketika keseimbangan karma telah sempurna.
Ia juga mengingatkan umat agar tidak memandang Tuhan hanya hadir di tempat suci, tetapi meyakini kehadiran-Nya di setiap aspek kehidupan.
“Ketika kita melihat segalanya sebagai wujud Tuhan, maka kita akan hidup dalam kesadaran spiritual yang penuh kasih. Tetapi jika kita membatasi kehadiran Tuhan hanya di satu tempat, maka kita telah mengecilkan keagungan-Nya,” ujarnya.
Menutup siarannya, Candra Narayama menegaskan bahwa dengan memahami dan mengamalkan ajaran Tri Murti, umat Hindu akan memiliki jiwa yang kuat, hati yang sabar, dan kesadaran rohani yang mendalam dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
“Hukum alam atau rta mengajarkan bahwa tidak ada yang kekal kecuali waktu dan Tuhan itu sendiri. Karena itu, setiap umat harus menanggapi setiap cobaan hidup dengan bijak dan penuh kesadaran spiritual,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....