Pahami Jenis-jenis Pemangku dalam Lontar Raja Purana

  • 07 Okt 2025 13:19 WIB
  •  Denpasar

KBRN,Denpasar :Umat Hindu di Bali diimbau memahami dua belas jenis Pemangku sebagaimana dijelaskan dalam lontar Raja Purana. Penegasan ini disampaikan Baga 1 Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, Drs. Ida Bagus Ketut Suarjata, S.Sn., S.Fill., M.Ag., dalam program Rahina Ayu di Programa 4 RRI Denpasar, beberapa waktu lalu.

Menurut Suarjata, jenis-jenis Pemangku tersebut telah dihimpun dalam buku Indik Kepemangkuan sebagai acuan pelaksanaan swadharma kepemangkuan. Setiap Pemangku memiliki tanggung jawab dan fungsi berbeda sesuai struktur dan kebutuhan upacara di masing-masing pura.

Suarjata menjelaskan Pemangku Pura Dalem, Puseh, dan Bale Agung merupakan Pemangku utama yang bertugas penuh menjaga kesucian pura. Jumlahnya bisa lebih dari satu, tergantung kesepakatan pengempon serta padatnya kegiatan yadnya yang dilaksanakan.

Selain itu terdapat Pemangku pamongmong yang bertugas membantu Pemangku utama dalam mengatur tata upacara. Tugasnya memastikan jalannya upacara berlangsung tertib, sesuai dengan tattwa dan susila yang diajarkan dalam ajaran Hindu.

Diungkapkan Suarjata jenis Pemangku lain seperti Pemangku jan banggul memiliki peran membantu menurunkan pratima, memasang busana pura, serta membagikan tirta dan bija. “Keberadaan Pemangku jan banggul sangat penting karena mendukung kelancaran pelaksanaan upacara meskipun tidak nganteb langsung,” jelas Suarjata.

Suarjata menambahkan, terdapat pula Pemangku cungkub, nilarta, bhujangga, balian, dalang, lancuban, tukang, dan kortenu yang memiliki bidang tugas khusus. Misalnya Pemangku dalang berperan dalam pementasan Wayang Sapuh Leger untuk upacara ngeruwat, sedangkan Pemangku balian menjalankan swadharma pengobatan secara spiritual.

Kemudian Pemangku Lancuban yaitu pamangku ketakson, yang membantu dalam metuwun dalam hal ini membantu umat untuk memohon petunjuk dari dunia niskala. Adapun Pemangku pandita memiliki kewenangan khusus karena telah mendapat izin dari pendeta untuk melaksanakan upacara pitra yadnya dan dewa yadnya dalam batas tertentu.

“Pemangku pandita memiliki kedudukan tinggi karena dipercaya menjalankan tugas suci atas restu sulinggih,” ujar Suarjata menambahkan. Suarjata menegaskan seluruh jenis Pemangku memiliki kedudukan mulia dalam menjaga keseimbangan sekala dan niskala.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....