Tumpek Landep, Mempertajam Pikiran dan Menyucikan Alat Kehidupan

  • 19 Sep 2025 08:27 WIB
  •  Denpasar

KBRN Denpasar : Program acara Galang Kangin edisi Jumat, (19/09/2025), mengupas makna perayaan Tumpek Landep, salah satu hari suci dalam tradisi Hindu Bali yang diperingati setiap 210 hari sekali. Dalam siaran berdurasi 14 menit ini, Ajik Tibah dan Ketut Candra menekankan pentingnya memperbarui pikiran agar tetap tajam, jernih, dan fokus, layaknya alat tajam yang diasah.

Tumpek Landep secara harfiah berarti “hari yang tajam” dan dipersembahkan kepada Sang Hyang Pasupati, manifestasi Tuhan sebagai pemberi daya spiritual pada senjata dan alat-alat dari logam. Dahulu, upacara Tumpek Landep difokuskan pada penyucian senjata seperti keris, tombak, dan peralatan perang. Namun, di masa kini, maknanya meluas untuk menyucikan berbagai sarana kehidupan modern, termasuk kendaraan, komputer, hingga peralatan kerja sehari-hari.

Dalam paparannya, Ajik Tibah menyebutkan bahwa Tumpek Landep tidak hanya tentang membersihkan benda fisik, tetapi juga menjadi simbol mempertajam pikiran dan kesadaran manusia. “Pikiran yang tajam membuat seseorang mampu berpikir jernih, mengambil keputusan dengan tepat, serta menjaga keharmonisan hubungan dengan sesama dan alam”, tegasnya.

Di akhir acara, Tibah dan Candra mengingatkan umat, melalui perayaan Tumpek Landep, kita selalu mensyukuri keberadaan alat-alat penunjang kehidupan, memperlakukan ciptaan Tuhan dengan penuh rasa hormat, serta menjadikannya sarana untuk meningkatkan kualitas hidup, bukan sebaliknya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....