Perbedaan Fomo dengan Bandwagon

  • 13 Sep 2025 13:46 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar : Di tengah perkembangan media sosial, dua istilah yang sering muncul dalam perilaku sosial adalah FOMO (Fear of Missing Out) dan bandwagon. Keduanya terlihat mirip karena sama-sama dipengaruhi tekanan sosial, namun sebenarnya memiliki perbedaan mendasar.

FOMO adalah rasa cemas atau takut ketinggalan pengalaman yang sedang dialami orang lain. Individu merasa tidak puas ketika melihat teman-temannya terlibat dalam aktivitas tertentu, sementara dirinya tidak ikut serta. Fenomena ini sering muncul saat melihat unggahan di media sosial, misalnya ketika teman menghadiri konser atau liburan.

Fokus: Perasaan individu.

Dampak: Menimbulkan kecemasan, minder, dan ketidakpuasan.

Bandwagon adalah kecenderungan seseorang untuk mengikuti tren atau melakukan sesuatu hanya karena banyak orang lain juga melakukannya. Hal ini biasanya didorong oleh keinginan untuk diterima atau dianggap relevan dalam kelompok. Contoh sederhananya adalah ikut mengunduh aplikasi populer atau membeli produk tertentu karena sedang tren.

Fokus: Dinamika kelompok.

Dampak: Memberikan rasa keterikatan dan kepuasan sosial.

Perbedaan Utama

Motivasi: FOMO lahir dari rasa takut kehilangan pengalaman, sementara bandwagon muncul dari dorongan untuk menyesuaikan diri dengan mayoritas.

Fokus: FOMO bersifat personal, bandwagon lebih bersifat kolektif.

Emosi: FOMO menimbulkan kecemasan, bandwagon justru bisa memberikan rasa kebersamaan.

FOMO dan bandwagon sama-sama dipengaruhi oleh tekanan sosial di era digital. Bedanya, FOMO lebih menekankan pada kecemasan individu, sedangkan bandwagon pada dorongan mengikuti kelompok. Dengan memahami keduanya, kita bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan sosial tanpa harus kehilangan jati diri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....