KBRN, Denpasar: Kartu Tanda Anggota (KTA) atau KONI Card wajib dimiliki setiap atlet Pulau Dewata yang akan tampil di ajang Pekan Olahraga Propinsi (Porporv) Bali.
Berdasarkan data yang dihimpun Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali, saat ini sudah ada pengajuan KTA baru sekitar 2 ribu 800 dari atlet-atlet pendatang anyar yang siap tampil di arena Porprov November mendatang.
Sekretaris Umum (Sekum) KONI Bali I Nyoman Yamadhiputra dikonfirmasi RRI di Ruang Kerjanya Selasa, (12/7/2022) mengungkapkan, meski pengajuan KONI Card yang baru tercatat 2 ribu 800, namun KONI Bali tetap menyiapkan slot untuk 5 ribu KTA, sesuai dengan jumlah ideal atlet yang biasanya turun di ajang bergengsi level Bali tersebut.
“Sampai saat ini di aplikasi Si-Olga itu tercatat sekitar 18 ribu 600 user. Jadi Porprov kali ini yang slot 2 ribu 800 sudah ada, kita siapkan 5 ribu, yang lama atlet jumlahnya sekitar 1.400 jadi semua bisa tercover”, ujarnya.
Mantan Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Bali itu mengatakan pentingnya setiap atlet memiliki KONI Card untuk mengetahui data-data atlet, rekam jejak prestasi termasuk pergerakan mutasinya. Hingga saat ini, dalam Aplikasi Si Olga KONI Bali, tercatat 18 ribu 600 user yang sudah mengantongi KONI Card. Data tersebut dapat diupdate setiap tahun untuk mengetahui jumlah riil atlet Pulau Dewata yang maish aktif, dan siap berburu prestasi dalam berbagai event.
Pada kesempatan sama Ketua Umum KONI Bali I Gusti Ngurah Oka Darmawan menegaskan, sistem KTA atau KONI Card yang diberlakukan di Bali ini, belum ada dimiliki Propinsi lainnya, termasuk kontingen raksasa di daratan Jawa seperti DKI, Jabar, Jateng maupun Jatim.
“Tidak semua punya, bahkan kita Bali satu-satunya di Indonesia yang punya sistem KONI Card. Dengan sistem ini kita bisa memantau perjalanan atlet, dulu di Bali sekarang di mana, serta prestasi mereka”, tegasnya.
Oka Darmawan mengatakan sejumlah daerah pernah melakukan studi banding ke KONI Bali untuk mengadopso sistem KTA tersebut. Ia berharap ke depan, melalui Bali yang pertama kali merintis sistem ini, dapat menggetok tularkan kepada daerah lainnya, sehingga permasalahan pelik soal mutasi atlet, ataupun kehadiran atlet impor dalam setiap event dapat dibendung melalui sistem KONI Card atau KTA tersebut.