Eudaimonia, Filosofi Hidup Bahagia di Tengah Kesulitan

  • 29 Agt 2025 12:24 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar : Eudaimonia adalah suatu konsep yang berasal dari filsafat Yunani kuno, yang sering diterjemahkan sebagai ‘kebahagiaan’ atau ‘kesejahteraan’. Dalam konteks filsafat, terutama melalui karya-karya Aristoteles, eudaimonia diartikan lebih dalam daripada sekadar perasaan bahagia yang bersifat sementara. Menurut Aristoteles, eudaimonia merupakan tujuan akhir dari kehidupan manusia, yaitu keadaan di mana seseorang menjalani hidup dengan baik dan mencapai potensi terbaiknya. Konsep ini mencakup pengembangan karakter, virtus, dan tindakan yang bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun orang lain.

Para filsuf sebelum dan setelah Aristoteles juga memberikan penekanan terhadap eudaimonia, walaupun dengan pendekatan yang berbeda. Misalnya, Stoikisme menekankan pentingnya ketenangan jiwa dan pengendalian diri sebagai kunci untuk mencapai eudaimonia. Sementara Epikureanisme melihatnya dari perspektif pengalaman kesenangan yang bijaksana. Sebagai gambaran, eudaimonia bukanlah sekadar pencapaian hedonistik, ia lebih berfokus pada bagaimana hidup secara bermakna dan berkontribusi positif kepada masyarakat.

Perbedaan antara eudaimonia dan kebahagiaan sementara sangat jelas dalam konteks ini. Kebahagiaan sering kali terkait dengan momen-momen singkat yang disebabkan oleh pencapaian secara materi atau pengalaman emosional. Sedangkan eudaimonia bersifat lebih mendalam dan berkelanjutan. Dengan kata lain, eudaimonia lebih mirip dengan keadaan fungsi optimal dari jiwa dan karakter seseorang. Keberhasilan dalam mencapai eudaimonia melibatkan pencarian makna dalam hidup yang mencakup perbuatan baik, pengembangan diri, serta hubungan yang harmonis dengan orang lain.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....