Menelusuri Jejak Pahlawan, Makam Tanpa Jasad Saestuhadi diJembrana

  • 18 Agt 2025 13:16 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Jembrana: Jembrana menyimpan banyak cerita heroik para pejuang kemerdekaan. Salah satu kisah yang memikat adalah tentang Makam Tanpa Jasad milik Kapten Saestuhadi, Wakil Komandan Pasukan Markadi, yang terletak di Kuburan Muslim Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara. Makam ini menjadi saksi bisu pengorbanan seorang pahlawan yang gugur di usia muda.

Kapten Saestuhadi gugur bersama dua pejuang lainnya, Abdul Majib dan I Nengah Gara, dalam pertempuran sengit melawan Belanda pada Juli 1946 di Banjar Sarikuning, Desa Tukadaya, Melaya. Ketiganya adalah bagian dari Pasukan Markadi yang berjuang keras mempertahankan kemerdekaan. Sebagai penghormatan atas perjuangan mereka, sebuah monumen bernama Tonggak Sejarah Sarikuning didirikan di lokasi pertempuran.

Namun, kisah Saestuhadi tidak berhenti di sana. Jasadnya yang semula dimakamkan di Kuburan Muslim Banjar Pebuahan kini telah tiada. Menurut seorang warga setempat, jasad pahlawan yang konon berasal dari Yogyakarta itu telah dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Kusuma Mandala.

Pemindahan tersebut atas permintaan pihak keluarga Saestuhadi. Meski demikian, masyarakat setempat meminta agar nisan asli tetap dibiarkan di tempat asalnya sebagai bentuk penghormatan. Nisan tersebut bertuliskan nama lengkap pahlawan, P. Moh. Saestuhadi Soekarno (R. Satuhu), tanggal lahir 10 Juni 1926, dan tanggal gugur 3 Juli 1946. Nama beliau kini bahkan diabadikan sebagai nama jalan menuju makam umum tersebut.

"Yang saya tahu, beliau gugur di Sarikuning," ujar I Ketut Gede, Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Jembrana, Minggu (17/8/2025). Ia menambahkan bahwa tidak semua pejuang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Mandala, yang kini menaungi 84 makam pahlawan. Banyak jasad pejuang yang tetap dimakamkan di tempat asalnya sesuai permintaan keluarga.

Kisah makam tanpa jasad ini menjadi pengingat bahwa warisan perjuangan tidak hanya berada di tempat yang monumental, tetapi juga di hati dan ingatan masyarakat yang menghormati pengorbanan para pahlawannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....