Sejarah Peringatan HUT ASEAN

  • 03 Agt 2025 05:07 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar : Setiap tanggal 8 Agustus diperingati sebagai Hari Ulang Tahun ASEAN (Association of South East Asian Nations). Kini ASEAN atau yang juga biasa disebut Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara telah berusia 58 tahun. Nama ASEAN sendiri pasti sudah tidak asing di telinga kamu karena telah diajarkan di bangku SD. Namun mungkin masih banyak yang belum tahu sejarah dan tujuan berdirinya ASEAN. Untuk membuka pengetahuan dan menyegarkan kembali ingatan kamu tentang ASEAN, simak penjelasan berikut.

Sejarah berdirinya ASEAN dilatarbelakangi atas kesamaan visi negara-negara pendirinya, serta adanya keinginan untuk menyelesaikan konflik yang terjadi di tahun 1960-an. Tahun tersebut merupakan masa yang sulit bagi negara-negara di Asia Tenggara. Sejumlah perselisihan baik secara internal maupun eksternal tidak bisa terelakkan.

Seperti diketahui, Asia Tenggara merupakan kawasan yang strategis sehingga beberapa negara di kawasan ini terbagi menjadi blok Timur dan Barat. Ditambah konflik militer yang terjadi di negara-negara seperti Laos, Vietnam, dan Kamboja. Selain itu, ada pula konflik bilateral yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia, serta Kamboja dan Vietnam.

Berbagai konflik tersebut mempengaruhi stabilitas pertahanan dan ekonomi di negara-negara Asia Tenggara. Atas dasar itu, para menteri luar negeri dari 5 negara di Asia Tenggara, yakni Adam Malik (Indonesia), Narciso R Ramos (Filipina), Tun Abdul Razak (Malaysia), S. Rajaratnam (Singapura) dan Thanat Khoman (Thailand) melakukan pertemuan pada tanggal 5-8 Agustus 1967, di Bangkok. Tepat di tanggal 8 Agustus 1967, kelima menteri luar negeri yang kemudian disebut sebagai Bapak Pendiri tersebut, menandatangani dokumen deklarasi ASEAN yang berisikan lahirnya ASEAN.

Selain untuk menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan Asia Tenggara, ASEAN juga dibentuk untuk beberapa tujuan lainnya. Diantaranya, guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara, lewat berbagai bentuk kerjasama antarnegara anggota ASEAN. Salah satu contoh kerjasama yang dilakukan antarnegara anggota ASEAN, yakni di bidang penyediaan cadangan pangan. Kerjasama ini dilakukan untuk mencegah terjadinya krisis pangan di kawasan Asia Tenggara. ASEAN mempunyai dua lumbung padi yang berada di Vietnam dan Thailand. Tidak hanya itu, negara lain, seperti Malaysia, Singapura, dan Indonesia juga berkomitmen untuk menyediakan cadangan pangan dalam kondisi darurat.

Memperingati HUT ASEAN adalah kesempatan untuk merayakan pencapaian yang telah diraih dan merenungkan arah masa depan. Dalam era globalisasi yang semakin kompleks, ASEAN tetap menjadi kekuatan penting dalam mempromosikan perdamaian dan kemakmuran di Asia Tenggara. Semoga ASEAN terus berkembang dan memperkuat kerjasama di antara anggotanya, serta berkontribusi pada stabilitas dan kemakmuran global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....