Implementasi Ajaran Tri Kaya Parisuddha Dalam Kehidupan
- 30 Jul 2025 13:03 WIB
- Denpasar
KBRN Denpasar : Tri Kaya Parisuddha berasal dari kata Tri yang berarti tiga, Kaya yang berarti prilaku dan Parisuddha berarti disucikan. Jadi Tri Kaya parisudha secara harfiah berarti tiga prilaku yang disucikan.
Tri Kaya Parisuddha adalah ajaran Hindu yang menekankan pentingnya kesucian pikiran, atau Manacika Parisuddha, kesucian perkataan, atau Wacika Parisuddha, dan kesucian berbuatan, atau Kayika Parisuddha.
Implementasi ajaran ini dalam kehidupan sehari-hari bertujuan untuk mencapai keselarasan hidup dan kebahagiaan spiritual. Demikian dijelaskan oleh I Gusti Ayu Eka Wahyuni ketika mengisi acara Surya Puja, di Pro 4 RRI Denpasar, FM 106,4 MHz, Senin, (27/07/2025)
Menurut Eka, yang salah seorang penyuluh agama Hindu di Kementrian Agama Kabupaten Gianyar tersebut, secara lebih rinci, implementasi Tri Kaya Parisuddha dalam kehidupan sehari-hari adalah, yang pertama, Manacika Parisuddha atau pikiran yang suci, mengendalikan pikiran agar selalu positif, tidak irih hati, tidak menyimpan dendam, dan tidak berpikiran negatif terhadap orang lain.
“Berusaha untuk selalu berpikir jernih, jujur, dan adil dalam setiap situasi. Memfokuskan pikiran pada hal-hal yang positif dan konstruktif, serta menjauhi pikiran yang buruk dan merugikan. Misalnya tidak membicarakan keburukan orang lain, tidak merencanakan kejahatan, dan selalu berusaha berpikir positif”, jelas Eka.
Yang kedua Wacika Parisuddha atau perkataan yang suci. Berbicara dengan jujur, santun, dan penuh kasih sayang. Menghindari perkataan yang kasar, bohong, menyakiti hati orang lain, dan menyebar fitnah. Mengucapkan kata-kata yang baik dan membangun, serta menghindari gosip dan omong kosong.
“Misalnya berbicara dengan lembut, memuji kebaikan orang lain dan mengucapkan doa”, kata penyuluh agama Hindu Kabupaten Gianyar tersebut.
Yan ketiga adalah Kayika Parisuddha atau perbuatan yang suci. Melakukan perbuatan yang baik, bermanfaat dan sesuai dengan ajaran Darmha. Menghindari perbuatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain, seperti mencuri, menyakiti, dan melakukan kekerasan. Berusaha untuk selalu berbuat baik kepada semua makhluk hidup.
“Contohnya, membantu orang yang membutuhkan, menjaga kebersihan lingkungan dan menghormati orang lain”, tambah Eka.
Penerapan Tri Kaya Parisuddha dalam kehidupan sehari-hari adalah, yang pertama dalam keluarga. Orang tua mengajarkan nilai-nilai Tri Kaya Parisuddha kepada anak-anaknya sejak usia dini. Memberikan contoh berprilaaku yang baik, serta membimbing mereka untuk berpikir, berkata dan bertindak sesuai dengan ajaran tersebut.
Yang kedua dalam pendidikan. Sekolah mengajarkan ajaran Tri Kaya Parisuddha melalui pelajaran agama, Budhi Pakerhti dan kegiatan ekstra kulikuler yang positif.
Kemudian yang ketiga dalam masyarakat. Masyarakat diharapkan dapat menerapkan ajaran Tri Kaya Parisuddha dalam kehidupan sehari-hari. Menciptakan lingkungan yang harmonis, damai dan saling menghormati.
Yang keempat dalam teknologi. Generasi muda perlu memahami dampak positif dan negatif dari perkembangan teknologi, serta menggunakan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat dan sesuai dengan ajaran Tri Kaya Parisuddha.
“Dengan memahami dan mengamalkan ajaran tri kaya parisuddha, diharapkan umat Hindu dapat mencapai kesucian diri, kebahagiaan hidup, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan”, jelas Eka Wahyuni.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....