Sound Horeg, Ini Asal Usulnya
- 29 Jul 2025 06:07 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar : Istilah “Sound Horeg” sebenarnya tidaklah asing bagi masyarakat Jawa khususnya Jawa Timur. Sound Horeg yang disebut-sebut sebagai salah satu tradisi, belum lama ini ramai diperbincangkan di sosial media sebab diberi fatwa haram oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur.
Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam mengungkapkan bahwa MUI Jawa Timur mengeluarkan fatwa haram Sound Horeg yakni didasari untuk mewujudkan harmoni di tengah masyarakat dan mencegah lebih banyak kerusakan yang timbul di masyarakat akibat adanya Sound Horeg tersebut.
Sound Horeg merupakan sebuah sound system dengan ukuran yang besar dan mampu menghasilkan volume suara yang tinggi. Sound Horeg ini mampu memproduksi suara yang keras dan jelas tanpa adanya gangguan atau distorsi.
Umumnya, Sound Horeg merupakan sebuah alternatif hiburan yang menjadi inti dari sebuah acara komunitas atau festival di berbagai daerah di Jawa Timur. Musik yang disajikan oleh Sound Horeg biasanya adalah musik dengan genre elektronik.
Namun, kini Sound Horeg telah mengalami perubahan menjadi sistem audio yang lebih kompleks akibat adanya inspirasi dari hiburan seperti club malam dari kota-kota besar. Sound Horeg ini tak hanya sebuah sistem audio yang menampilkan musik belaka, saat tampil menjadi inti sebuah acara Sound Horeg juga dihiasi dengan lampu yang berwarna-warni meriah.
Diketahui, Sound Horeg ini berasal dari Malang, Jawa Timur. Adapun ‘Horeg’ merupakan sebuah kata dalam bahasa Jawa kuno yang memiliki arti gempa atau guncangan. Selain itu, menurut Kamus Bahasa Jawa-Indonesia (KBJI) oleh Kemendikbud, ‘Horeg’ memiliki makna bergerak atau bergetar.
Namun, apabila menilik dalam jurnal ‘Analisis Hukum Terhadap Penggunaan Sound System yang Melebihi Batas (Sound Horeg) (Studi Kasus Wilayah Hukum Kecamatan Karangploso) Sound Horeg disebutkan sebagai sebuah fenomena yang berkembang di kalangan masyarakat yakni dengan memanfaatkan alat penghasil suara dengan volume yang cenderung tinggi.
Selain dimanfaatkan sebagai hiburan untuk mengisi acara komunitas maupun festival, Sound Horeg juga digunakan untuk memberikan pengumuman hingga untuk kegiatan seperti kampanye. Namun, kini penggunaanya telah mengalami perubahan seiring dengan berjalannya waktu.
Sound Horeg kini telah menampilkan sebuah tren baru yakni adu sound yang dilakukan oleh sebagian masyarakat penikmat Sound Horeg. Adu sound ini dilakukan dengan menggunakan sound besar yang mampu menghasilkan getaran yang dapat dirasakan oleh orang-orang di sekitar sound tersebut. Tren ini berkembang di wilayah Jawa Timur seperti Banyuwangi, Sidoarjo, Malang, hingga Surabaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....