Mengenal Istilah Fear Mongering dan Dampaknya
- 04 Jun 2025 14:17 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar : Belum lama ini istilah fear mongering viral di akun X. Frasa ini dipakai saat orang-orang membicarakan isu ancaman resesi global di mana ekonomi dunia bakal tertatih-tatih. Supaya masyarakat bersiap bila terjadi krisis ekonomi, beberapa influencer finansial berusaha memberikan edukasi. Isinya tak jauh-jauh dari apa saja yang bisa kita persiapkan untuk menghadapinya.
Dikutip dari Kompas, fear mongering adalah tindakan yang dilakukan hanya untuk membuat orang atau sekelompok orang merasa takut. Sementara kita tahu, takut yang berlebih akan membuat kesehatan mental menjadi terganggu.
Seseorang yang akhirnya terpengaruh, bakal memakai segala kekuatannya supaya terhindar dari bahaya yang disebarkan dan akhirnya mengabaikan ancaman lainnya. Banyak orang yang akhirnya menahan untuk mengeluarkan uangnya karena takut tidak bisa bertahan dengan krisis ekonomi yang akan datang. Tanpa disadari, hal ini justru bisa membuat roda perekonomian terhenti.
Kita sebagai masyarakat, perlu menyadari dampak positif dan negatif dari fear mongering, supaya dapat menapis dampak negatifnya dan memaksimalkan efek positifnya saja.
Berikut ini beberapa dampak positif dari fear mongering yang perlu diketahui, terutama dari kelas pekerja.
1. Mengubah perilaku kurang baik
Dampak positif yang pertama adalah mampu mengubah perilaku kurang baik yang selama ini susah dihilangkan. Orang-orang yang tadinya mempunyai gaya hidup konsumtif atau impulsive buying, sekarang jadi bisa menahan beli barang yang kurang diperlukan, karena ada dorongan untuk menabung. Mereka jadi merasa khawatir kalau sampai krisis benar-benar terjadi, dan mereka tidak punya aset untuk bertahan.
2. Menjadi lebih waspada
Karena banyak berita buruk, sebagai manusia kita pasti ingin dapat terhindar dari bahaya yang ada. Di lain sisi, kampanye menjual ketakutan ini efektif untuk menaikan kewaspadaan kita dibanding menggunakan pesan imbauan biasa.
3. Menaikkan kesadaran
Memang tidak semua orang di masyarakat peduli dengan isu besar yang ada sekarang ini, padahal dampaknya dapat mempengaruhi kehidupan mereka secara langsung. Ini termasuk isu terkait perlambatan ekonomi. Kendati dianggap menimbulkan ketakutan yang tak perlu, keramaian mengenai krisis global berhasil mencuri perhatian banyak orang. Tidak terkecuali masyarakat yang mungkin tadinya tidak begitu acuh dengan berita ekonomi. Hasilnya, banyak orang yang mencari tahu apa itu resesi, strategi terbaik apa yang bisa dilakukan, serta belajar mengenai investasi.
Tidak cuma memberikan dampak positif, berikut ini beberapa dampak negatif dari fear mongering.
1. Percaya dengan berita hoaks
Dikutip dari Psychology Today, rasa takut dan gelisah dapat membuat kita berpikir berkali-kali mengenai suatu informasi. Akan tetapi, bila dalam proses tersebut kita sedang merasa takut, kita akan cenderung mencari informasi yang mendukung kepercayaan kalau berita buruk tersebut memang terjadi.
2. Membuat kita jadi tidak rasional
Ada perbedaan antara waspada dan tidak rasional. Belajar pada waktu pandemi, kewaspadaan kita terlihat saat memutuskan untuk mengurangi aktivitas sosial, dan mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan mencuci tangan. Bukan malah jadi takut berlebihan dengan melakukan panic buying, atau bahkan mengucilkan orang-orang terkena Covid-19. Keputusan yang tidak rasional ini disebabkan oleh rasa takut berlebihan akibat fear mongering. Jadi, saat merasa takut, segera jernihkan pikiran dan coba untuk menyaring informasi supaya tetap bisa berpikir rasional.
3. Memengaruhi kesehatan mental dan fisik
Rasa takut yang terus menerus dapat membuat stres dan berpengaruh pada kekebalan tubuh. Imun tubuh yang melemah akan membuat kita menjadi rentan akan berbagai gangguan kesehatan fisik dan juga mental. Pikiran dan hati yang bahagia merupakan kunci untuk kesehatan kita. Ketika merasa ketakutan, sikap optimis dalam diri dapat berubah menjadi pesimis. Hal inilah yang akhirnya bisa menurunkan semangat.
Intinya, fear mongering adalah teknik manipulasi yang bisa memberikan dampak positif dan negatif. Semoga penjelasan di atas bisa membuatmu jadi jauh lebih bijak dalam menyikapi segala hal, termasuk ancaman krisis global. Terjadi atau tidak, belajar mengatur uang merupakan hal penting untuk dipelajari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....