PPN Pengambengan Jadi PSN, Siap Dilelang Oktober

  • 01 Jun 2025 17:25 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Jembrana: Pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan di Kabupaten Jembrana, Bali, menunjukkan kemajuan signifikan setelah resmi ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Proyek infrastruktur vital ini dipastikan segera memasuki tahap lelang pada Oktober tahun ini.

Kepastian tersebut mengemuka pasca pertemuan antara Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, dengan jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Penetapan status PSN ini akan membawa transformasi besar bagi PPN Pengambengan. Luas lahan pelabuhan direncanakan melonjak drastis dari 13,5 hektare menjadi 60 hektare.

Sejalan dengan itu, luas kolam labuh juga akan ditingkatkan lebih dari dua kali lipat, dari 30 hektare saat ini menjadi 72,5 hektare. Selain itu, proyek juga mencakup reklamasi seluas 37 hektare yang akan dialokasikan untuk mendukung industri pengolahan ikan.

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, kepada RRI di Jembrana menyatakan, kesiapan penuh Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam menyukseskan proyek strategis tersebut. "Saya sudah dipanggil dan menghadap langsung ke Kementerian KKP. Dalam pertemuan tersebut, kami sudah menyampaikan kesiapan terhadap PSN itu," ujarnya, usai menyerahkan program penyediaan mobil pikap untuk desa adat se-Jembrana, Sabtu (31/5/2025).

Lebih lanjut, Kembang Hartawan menjelaskan bahwa proses tender ditargetkan dimulai pada Oktober mendatang. "Saat ini sedang proses finalisasi desain, setelah itu akan ada tender. Anggaran tahap pertama sudah disiapkan. Astungkara akhir 2027 sudah selesai dan PPN Pengambengan Pelabuhan Nusantara sudah bisa digunakan," terangnya optimistis.

Terkait wacana pemindahan sebagian aktivitas perikanan dari Pelabuhan Benoa ke Jembrana, Bupati Kembang mengungkapkan bahwa rencana tersebut telah ia ikuti perkembangannya sejak tujuh tahun lalu.

"Ketika ada rencana merevitalisasi Pelabuhan Benoa menjadi pelabuhan kapal pesiar, saya sempat menyampaikan agar pelabuhan ikan bisa dipusatkan di Kabupaten Jembrana," kenangnya. Ia menambahkan, sosialisasi kepada pemerintah daerah terkait hal ini telah dilakukan namun sempat tertunda akibat pandemi Covid-19.

Bupati berharap besar kehadiran PSN PPN Pengambengan akan memberikan dampak positif berganda bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Ia menekankan pentingnya masukan kritis agar proyek ini benar-benar dirasakan manfaatnya, terutama dalam pemanfaatan sumber daya lokal dan perlindungan terhadap nelayan tradisional.

"Adaptasi masyarakat terhadap kondisi baru ini tentu akan ada dinamikanya, tetapi saya yakin dampak positifnya akan jauh lebih besar. Pergerakan ekonomi akan terjadi, investasi akan tumbuh, dan berbagai manfaat lainnya akan kita dapatkan di sana," pungkas Kembang Hartawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....