Mengenal Sekaa Bangkal Seringgi

  • 01 Mei 2025 06:22 WIB
  •  Denpasar

KBRN,Denpasar : Sekaa Bangkal Seringgi dari Gang Nuri,Dangin Puri Kaja Denpasar Utara, merupakan sekaa seni yang rutin melaksanakan tradisi “ Ngelawang” yaitu pertunjukan barong bangkal ( babi) yang biasanya dilakukan saat perayaan hari Raya Galungan dan Kuningan. Sekaa ini dibentuk atas dasar rasa cinta terhadap seni dan budaya Bali khususnya tradisi “ Ngelawang “ Barong Bangkal yang menjadi simbol penolak bala sehingga bisa menciptakan kedamaian dan ketenangan.

Ketua Sekaa Bangkal Seringgi, Hendra usia 19 tahun, mengatakan sekaa ini terbentuk di tahun 2017 dengan beranggotakan belasan orang anak usia 10 – 15 tahun. Di awal terbentuknya, sekaa tersebut bernama Sekaa Bangkal Gang Nuri serta Barong Bangkalnya pun masih terbuat dari kain dan bentuknya biasa saja, kemudian lama – kelamaan barulah sekaa tersebut bisa mempunyai Barong yang lebih bagus.

Hendra menambahkan tahun 2021 Sekaa Bangkal Gang Nuri pun berubah nama menjadi Sekaa Bangkal Seringgi. Pemilihan nama sekaa tersebut menurut Hendra terinspirasi dari ogoh – ogoh berbentuk babi yang memegang senjata bernama Seringgi ( Raja Babi) yang dibuat di wilayah tersebut ketika perayaan hari raya Nyepi di tahun 2021. “ awalnya kami ingin memberikan nama sekaa dengan nama Bangkal Gandari, tetapi ketika voting di group Whatshapp waktu itu kami pun menyepakati nama sekaa yaitu sekaa Bangkal Seringgi” ujar Hendra di sela – sela pementasan “ Ngelawang” di Taman Kota Lumintang, Kamis,24/4/2025.

Diungkapkan Hendra, keinginan membentuk sekaa “ Ngelawang “ tersebut muncul berawal dari hobi menabuh gambelan dan menyukai irama Baleganjur sejak kelas 3 SD, kemudian ia bersama salah seorang temannya mencoba membuat barong - barongan dari kardus ditambahkan “Tapel Barong”. Merekapun kemudian datang ke Taman Kota Lumintang menarikan barong kardus tersebut di depan pedagang yang berjualan, dari pementasan tersebut mereka mendapatkan upah pertama menari barong sebesar Rp.2000,-. ” walaupun mendapat upah dua ribu rupiah bagi kami itu menjadi apresiasi yang luar biasa dan memacu semangat saya untuk bisa membuat barong yang lebih bagus lagi” ungkap Hendra.

Hendra menuturkan diawal terbentuk, Sekaa Bangkal Seringgi rutin melaksanakan pentas “ Ngelawang” di seputaran Taman Kota Lumintang. Kemudian seiring dengan semakin banyak warga di lingkungan tempat tinggalnya yang memberikan dukungan seperti disediakan mobil pikap untuk mengantar anggota sekaa dan mengangkut gambelan, sehingga belakangan sekaa tersebut tidak hanya pentas di Taman Kota Lumintang tetapi terkadang juga pentas di lapangan Puputan Badung, kemudian wilayah Pemeregan, Jalan Nangka bahkan pentas di salah satu Mall yang ada di Denpasar.

Dikatakan Hendra jika akan melaksanakan pentas, satu minggu sebelum pentas ia dan anggota sekaa akan rutin melaksanakan latihan secara mandiri, sambil mendiskusikan kreasi atau irama gambelan yang sesuai untuk mengiringi pementasan. Waktu latihanpun disesuaikan agar tidak menggganggu kegiatan di sekolah maupun di keluarga masing – masing anggota. Jika ada kegiatan di sekolah, atau kesibukan upacara agama, maka pentas “ Ngelawang” pun akan ia liburkan. “tetapi ketika personil siap sekitar 10-12 orang kami akan tetap pentas walaupun ada anggota yang berhalangan ikut karena ada kesibukan, jadi tetap saling menghargai dan tetap berkordinasi” tutup Hendra.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....