Penjor, Simbol Kemenangan dan Kesucian Menjelang Galungan
- 21 Apr 2025 14:30 WIB
- Denpasar
KBRN Denpasar: Menjelang Hari Raya Galungan, umat Hindu di Bali mulai mempersiapkan berbagai sarana upacara, salah satunya adalah Penjor yang terpasang megah di pinggir-pinggir jalan. Lebih dari sekedar hiasan, penjor memiliki makna spiritual yang dalam. Penyuluh Agama Hindu dari Kementerian Agama Kota Denpasar, Dr. I Nyoman Arya, S.Ag., M.Pd.H kepada RRI di Denpasar senin (21/04/25) menjelaskan bahwa penjor merupakan simbol dari gunung, yang dalam ajaran Hindu merupakan elemen yang suci. Ia menuturkan penjor juga dimaknai sebagai simbol Ananta Boga, yaitu lambang kemakmuran dan kehidupan yang berkelanjutan.
“Penjor juga artinya kemenangan, yaitu kemenangan atas kemakmuran dan kesucian. Maka, penjor sepatutnya dipasang menjelang Galungan, saat kita telah memenangkan pertarungan melawan adharma,” jelasnya.
Pemasangan penjor Galungan sebaiknya dilakukan sehari sebelum hari suci Galungan yang disebut Penampahan Galungan. Dr. Arya menyebut “Penampahan” sebagai momentum menerima kemenangan setelah berhasil mengalahkan Sang Hyang Kala Tiga yang merupakan tiga bentuk kegelapan yaitu Sang Bhuta Galungan, Sang Bhuta Dungulan dan Sang Bhuta Amangkurat. Dikatakan, kata “nampa” dalam “penampahan” berarti menerima. Ia menekankan bahwa Galungan dan Kuningan merupakan satu rangkaian yang utuh dan tidak terpisahkan. Galungan adalah momen untuk melawan sifat-sifat adharma dalam diri, sementara Kuningan adalah waktu untuk mempertajam nilai-nilai kemenangan dan mempertahankan kemuliaan dharma.
“Kalau Galungan itu kita memerangi adharma, Kuningan itu mempertajam kemenangan. Maka, simbol-simbol seperti tamyang (penangkal), endongan (kemakmuran), dan panah menjadi bagian penting dari perayaan,” ungkapnya.
Dr. Arya menyampaikan pesan khusus untuk generasi muda agar tidak hanya melihat Galungan dan Kuningan sebagai perayaan seremonial semata. Ia berharap perayaan Galungan dan Kuningan bisa menjadi pemicu bagi umat Hindu, khususnya generasi muda, untuk menghidupkan nilai-nilai dharma dalam kehidupan sehari-hari serta menjalankan peran sebagai warga negara yang berlandaskan nilai spiritual.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....