Implementasi Tradisi dan Kearifan Lokal dalam Masyarakat Bali

  • 01 Mar 2025 13:52 WIB
  •  Denpasar

KBRN,Denpasar : Tradisi dan kearifan lokal merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali. Salah satu bentuk implementasi tradisi dan kearifan lokal di Bali adalah sistem desa adat yang mengatur kehidupan masyarakat berdasarkan hukum adat di Bali. Desa adat berfungsi sebagai penjaga nilai – nilai budaya serta menjadi pusat pelaksanaan berbagai upacara keagamaan dan adat. Hal tersebut disampaikan oleh Nyoman Nilawati dari Bidang Tradisi dan Kearifan Lokal Baga 1 MDA Provinsi Bali, dalam program acara Rahina Ayu beberapa waktu lalu di Programa 4 RRI Denpasar.

Nilawati menambahkan kearifan lokal Bali juga tercermin dalam konsep Tri Hita Karana yang mengajarkan keseimbangan antara manusia, alam, dan tuhan. Konsep ini diterapkan dalam kehidupan sehari – hari termasuk dalam tata ruang desa, arsitektur tradisional dan praktik pertanian masyarakat Bali.

Dikatakan Nilawati Tradisi dan kearifan lokal Bali sudah diterima oleh masyarakat Bali dari dulu secara turun temurun, sehingga dengan kearifan lokal yang menjadi ciri khas Bali, menjadi daya tarik terutama dalam sektor pariwisata yang menjadi penopang utama perekonomian Bali saat ini. Menurutnya tradisi dan kearifan lokal Bali inilah yang menjadi daya tarik spesial yang dikemas dengan konsep Tri Hita Karana.

“Dalam Tri Hita Karana implementasinya berupa kearifan – kearifan lokal Bali. Misalnya rumah adat Bali, pakaian adat Bali, Bahasa Bali, makanan khas Bali, tari – tarian atau seni budaya, serta simbol – simbol dalam kegiatan upacara keagamaan. Jadi semua itu yang perlu dilestarikan oleh masyarakat Bali, sebab modal utama masyarakat Bali adalah tradisi dan kearifan lokal Bali yang berkembang menjadi suatu budaya di masyarakat Bali” ujar Nilawati.

Nilawati menjelaskan budaya Bali sejatinya merupakan implementasi dari semua ajaran agama Hindu, sehingga semua budaya dan kearifan lokal Bali jiwanya adalah Agama Hindu. Menurutnya Agama Hindu di Bali adalah Agama terapan, bukan sekadar teori tetapi sudah dilaksanakan oleh umat Hindu dengan implementasi atau praktik langsung dalam kehidupan sehari - hari.

Diungkapkan Nilawati pendidikan nilai – nilai tradisi dan kearifan lokal dilakukan oleh masyarakat Bali sejak kecil di lingkungan keluarga. Dimulai dari dalam kandungan anak sudah mendapatkan pendidikan agama, sampai lahir hingga tumbuh dewasa. Hal tersebut merupakan implementasi dari agama Hindu yang berkembang menjadi kearifan lokal Bali

“Dalam pelaksanaan upacara adat dan agama, penting untuk terus melibatkan generasi muda sebagai bentuk edukasi dan pelestarian karena panca Yadnya sejatinya juga merupakan implementasi tradisi dan kearifan lokal Bali. Apalagi pemerintah telah menetapkan pariwisata di Bali adalah pariwisata Budaya. Maka dari itu budaya harus kita kuatkan, melalui desa adat inilah menjadi benteng untuk penguatan budaya, tradisi dan kearifan lokal Bali” tutup Nilawati.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....