Apa itu Prasadam?
- 25 Feb 2025 06:08 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar :. Prasadam merupakan sesuatu yang baru kita dengar di Bali akhir-akhir ini. Dilansir dari https://en.wikipedia.org, prasadam adalah persembahan keagamaan dalam agama Hindu. Prasada paling sering adalah makanan vegetarian yang dimasak khusus untuk para penyembah setelah memuji dan mengucapkan syukur kepada dewa. Di Bali, padanan kata prasadam yang dikenal dalam budaya agama Hindu di Bali ialah lungsuran, paridan atau surudan.
Penyuluh Kementerian Agama Kota Denpasar, Alit Aryawati dalam Siaran Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar belum lama ini menyampaikan prasadam di tradisi kita sebutan khusus untuk lungsuran. Prasadam itu lungsuran, surudan yang sudah kita persembahkan berupa sesajen baik berbentuk sodan, rayunan atau pejati yang telah kita haturkan. Jadi prasadam itu setara dengan surudan, lungsuran atau nunas apa yang sudah kita persembahkan kemudian kita makan lagi.
Lebih lanjut Alit Aryawati menuturkan, prasadam itu sudah semestinya kita lungsur, kita tunas tidak hanya sekedar diambil, dilungsur tapi tidak ditunas. Jadinya itu bukan prasadam. Prasadam ini juga bagian dari rasa Syukur kita saat kita nunas ica, dengan cara nunas lungsuran atau waranugraha Ida Sang Hyang Widi Wasa itu.
“Kalau saya maturan dengan keluarga apapun itu jenis banten, baik itu isi ayamnya atau sekedar buah, jajan atau tipat rasanya happy, bahagia kalau kita makan surudan”, ungkapnya.
Pada acara yang sama Penyuluh Kementerian Agama Kota Denpasar, Dr. I Nyoman Dayuh juga menambahkan prasadam menurut arti kata yang dikenal di Bali atau di agama Hindu dikenal dengan lungsuran, surudan, paridan itu. Namun, prasadam ini konteksnya bukan hanya lungsuran di pura saja. Kalau kita luaskan arti prasadam secara umum dalam konteks tata boganya tidak hanya sekedar yang dibanten. Konsepnya Prasadam itu apapun yang kita makan, yang kita yakini bersumber dari Ida Sang Hyang Widi Wasa.
Contohnya di rumah, apakah yang kita makan itu prasadam, iya itu prasadam karena ketika kita mau makan nasi pasti kita berdoa terlebih dahulu, seperti mesaiban. Setelah mesaiban barulah kita makan nasi sisa mesaiban yang ada di magicom atau kita nunas nasi itu. Ini juga merupakan bagian dari prasadam.Sehingga inilah yang menyebabkan banyak orang yang tidak menyadari apa yang sudah dia makan itu prasada, tutup Nyoman Dayuh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....