Unsur Yadnya dalam Agama Hindu

  • 20 Feb 2025 10:18 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar : Yadnya merupakan upacara yang dilaksanakan oleh umat Hindu di Bali. Yadnya yang dilaksanakan ini didasari dengan hati yang tulus dan ikhlas. Yadnya ini dipersembahakan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta manifestasinya. Ada beberapa unsur yadnya yang patut diketahui oleh umat Hindu.

Unsur-unsur yadnya ini dijelaskan oleh Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kota Denpasar, Dr. I Nyoman Arya, S.Ag., M.Pd.H. dalam Siaran Obrolan Komunitas Bersama Kemenag Bali di Pro 4 RRI Denpasar belum lama ini.

Nyoman Arya menyampaikan, dalam setiap upacara yadnya, unsur yadnya yang harus ada tanpa dilebihkan-lebihkan dan tidak menimbulkan kesusahan dan keruwetan umat, diantaranya sebagai berikut.

1. Persembahan . Wujud persembahan adalah berbentuk gebogan. Gebogan ada yang berbentuk di dalam sok saja dan ada yang berbentuk dengan rangkaian. Namun, gebogan sekarang ini ditambah lagi dengan menggunakan berbagai bunga, bahkan bunga yang dipakai valentine itu yang dipakai, hal inilah yang ujung-ujungnya memberatkan umat karena ditambah atau dilebihkan sehingga hal ini tidak perlu dilakukan, cukup yang sederhana tanpa mengurangi maknanya.

2. Penyucian. Dalam setiap upacara apapun pasti ada penyucian. Banten penyucian ini ada banten suci, banten pesucian dan yang lebih besar lagi banten pengresikan. Ini adalah wujud penyucian bukan penyucian Bhatara. Penyucian yang dimaksud adalah penyucian apa yang dipersembahkan. Ini yang harus diluruskan karena Bhatara itu sudah meraga suci yang dipersembahkan inilah yang harus disucikan karena di Hindu menganut konsep suci dan cemer. Contohnya dalam keluarga, ember untuk mencuci beras dan mencuci pakaian pasti dibedakan atau berbeda.

3. Pengorbanan. Apapun upacara yadnya itu pasti ada unsur segehan. Dalam Pejati saja ada segehan. Pengorbanan yang lebih besar lagi adalah caru.

4. Penyelamatan.Penyelamatan ini dimaksudkan agar kita selamat. Makanya di sana ada sesayut yang disebut dengan ayu supaya selamat. Contohnya, pada saat Tumpek Landep ada sesayut inti, seperti sesayut jayeng perang, sesayut kusuma yuda dan sesayut pasupati. Sesayut jayeng perang ini artinya bukan mengajak berperang, tetapi maknanya adalah memerangi kebodohan. Kalau kita sudah bodoh tidak akan menghasilkan apa-apa dan gampang dibohongi teman.

5. Penebusan. Yandya ini fungsinya adalah mengembalikan atau menebus. Wujud persembahannya berupa banten guru piduka dan banten bendu piduka.

6. Pembebasan. Kita beryadnya ini tujuannya adalah untuk pembebasan diri kita yang disebut tujuan akhir yang disebut Moksartam Jagatdita Ya Ca Iti Dharma.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....