Klungkung Kembali Gelar Lomba Ogoh-Ogoh

  • 30 Jan 2025 20:16 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Klungkung: Pemerintah Kabupaten Klungkung melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) kembali menggelar Lomba Ogoh-Ogoh 2025 dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1947. Lomba yang menjadi ajang kreativitas para seniman muda ini akan berlangsung di Alun-Alun Ida Dewa Agung Jambe, Kecamatan Klungkung.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Klungkung, I Ketut Suadnyana mengatakan saat ini pihaknya sedang mempersiapkan teknis pelaksanaan lomba, termasuk menentukan peserta dari masing-masing kecamatan. "Kami masih membahas tanggal pelaksanaan, namun yang pasti akan digelar sebelum malam pengerupukan," ujarnya.

Lomba ini kata Suadnyana akan diikuti oleh empat peserta dari masing-masing kecamatan di Kabupaten Klungkung. Dalam penyelenggaraannya, Disbud Klungkung telah menggelar beberapa kali rapat koordinasi untuk mematangkan konsep lomba.

"Setiap kecamatan akan menghadirkan koordinator ogoh-ogoh, peserta, serta penata tabuh dan penata tarinya," jelas Suadnyana.

Sebagai bentuk dukungan terhadap para peserta, pemerintah telah menyiapkan uang pembinaan. Peserta dari Klungkung daratan akan mendapatkan Rp 30 juta, sementara peserta dari Nusa Penida yang harus menyeberang laut akan menerima Rp 35 juta.

Tak hanya itu, Disbud juga telah menyiapkan hadiah bagi para pemenang, yakni Rp 25 juta untuk juara pertama, Rp 20 juta untuk juara kedua, Rp 15 juta untuk juara ketiga, dan Rp 10 juta bagi juara harapan.

Dalam lomba ini, Disbud menekankan agar ogoh-ogoh yang dibuat tetap mengedepankan kreativitas dan kearifan lokal. "Kami ingin memberikan ruang bagi para seniman di setiap kecamatan untuk berkreasi," tambahnya.

Terkait syarat lomba, ogoh-ogoh wajib dibuat menggunakan bahan ramah lingkungan yang dapat didaur ulang serta berbasis ulatan tradisional. Peserta juga dilarang menampilkan unsur seksual, tarian striptis, serta simbol organisasi politik maupun unsur SARA yang dapat memicu kontroversi. "Kriteria ini akan menjadi acuan utama dalam penilaian," tegas Suadnyana.

Lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni, tetapi juga diharapkan dapat memperkuat pelestarian budaya Bali serta semangat kebersamaan masyarakat dalam menyambut Hari Raya Nyepi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....